Pemerintah Provinsi Riau melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Riau menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pemangku Kepentingan Penyusunan Concept Note TREES pada Selasa, 16 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Rustam S. Abrus 1 Lantai 2 Bappeda Provinsi Riau dan menjadi bagian penting dari upaya penguatan implementasi Jurisdictional REDD+ di Provinsi Riau.
FGD ini dilaksanakan sebagai salah satu langkah strategis dalam implementasi GREEN for Riau Initiative (G4RI), sebuah inisiatif Pemerintah Provinsi Riau yang didanai oleh UK–Foreign, Commonwealth & Development Office (UK-FCDO), dengan dukungan teknis dari Program UN-REDD yang dipimpin oleh UNEP dan didukung oleh FAO. Dalam pelaksanaan inisiatif ini, Yayasan Pusat Informasi Lingkungan Indonesia (PILI-Green Network) bertindak sebagai salah satu implementing partner dari UNEP. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Riau mendorong keterlibatan aktif berbagai pemangku kepentingan dalam penyusunan Concept Note TREES sebagai tahap awal proses registrasi standar ART TREES.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari Bappeda Provinsi Riau, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau, Balai Perhutanan Sosial, Lembaga Adat Melayu Riau, Pokja Perhutanan Sosial, Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat (FKKM), organisasi masyarakat sipil/NGO, sektor swasta, serta Perwakilan Project RIMBA. Kehadiran lintas sektor ini mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat tata kelola REDD+ yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Riau.
Acara dibuka oleh Pelaksana Tugas Kepala Bappeda Provinsi Riau yang diwakili oleh Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Bp. Abdul Madian. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya kolaborasi dan keselarasan antar pemangku kepentingan dalam memastikan kesiapan Provinsi Riau untuk memenuhi persyaratan ART TREES.
Selanjutnya, sesi Overview & Refresh: GREEN for Riau Initiative disampaikan oleh Bp. Bambang Arifatmi selaku Country Coordinator UNEP UN-REDD Programme di Indonesia. Paparan ini memberikan gambaran mengenai tata kelola dan perkembangan inisiatif G4RI, serta perannya dalam mendukung pengembangan Jurisdictional REDD+ di Provinsi Riau.

Materi teknis kemudian disampaikan oleh Kamran Hussain, Forest Carbon Market Expert UNEP UN-REDD Programme, yang memaparkan esensi ART TREES, daftar periksa kelengkapan Concept Note, tinjauan regulasi baru Indonesia, serta penanganan tumpang tindih (nesting), penyelarasan SRN/SRUK, penerbitan dan penggunaan tunggal, serta pencegahan penghitungan ganda. Sesi ini memberikan pemahaman mendalam mengenai persyaratan teknis, kelengkapan dokumen, serta aspek-aspek kunci yang perlu dipenuhi dalam penyusunan Concept Note TREES.
FGD dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang dipandu oleh Irfan Kemal Putra, konsultan GREEN for Riau Initiative (G4RI). Pada sesi ini, seluruh peserta secara aktif berpartisipasi dalam pengisian formulir Concept Note TREES, serta mengidentifikasi berbagai isu strategis yang perlu ditindaklanjuti. Seluruh masukan dari peserta akan dikompilasi oleh tim konsultan sebagai bahan penyempurnaan Concept Note TREES.
Kegiatan FGD ditutup oleh Bp. Abdul Madian selaku perwakilan Bappeda Provinsi Riau. Beliau menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Riau untuk menindaklanjuti hasil diskusi dan mempercepat proses finalisasi Concept Note TREES untuk memastikan bahwa desain program yang akan dibangun benar-benar mencerminkan kebutuhan, kondisi lapangan, serta aspirasi para pemangku kepentingan.
