BRI Peduli dan PILI Tanam 55.000 Mangrove di Rote Ndao untuk Bendung Abrasi dan Pulihkan Pesisir

Rote Ndao, 29 November 2025 – Upaya pemulihan lingkungan di pulau paling selatan Indonesia kembali mendapatkan momentum penting melalui kegiatan penanaman mangrove bertema “Satu Akar Seribu Harapan” yang dilaksanakan di Desa Oelua, Kecamatan Loaholu, Kabupaten Rote Ndao. Sebagai pulau yang berada pada garis depan Indonesia, baik secara geografis maupun ekologis. Pulau Rote menghadapi tekanan pesisir yang semakin besar dari abrasi dan perubahan iklim. Program ini adalah hasil kolaborasi antara BRI Peduli, PILI Green Network, dan Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas/Manaholo) di Desa Oelua Kecamatan Loaholu dan Desa Sotimori, Kecamatan Landu Leko, Kabupatan Rote Ndao, kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) 2025.

Kerusakan mangrove di pesisir Rote Ndao telah berlangsung selama bertahun-tahun dan memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Abrasi yang merangsek masuk ke daratan mengancam pemukiman penduduk, sementara degradasi habitat pesisir menurunkan hasil tangkapan nelayan yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal. Pulau Rote yang berhadapan langsung dengan Laut Timor juga kehilangan sebagian besar kemampuan pesisirnya dalam menyerap karbon biru (blue carbon), komponen penting dalam mitigasi perubahan iklim.

Melalui kegiatan ini, sebanyak 55.000 bibit mangrove ditanam untuk memulihkan fungsi ekologis wilayah pesisir. Empat jenis mangrove dipilih secara khusus, Rhizophora, Bruguiera, Ceriops, dan Zoniareta alba, karena ketahanannya terhadap kondisi pasang-surut dan kemampuannya memperkuat struktur lumpur serta pasir di pesisir. Jenis-jenis tersebut juga menyediakan habitat bagi berbagai biota laut yang menopang mata pencaharian masyarakat pesisir, memperkuat rantai ekosistem sekaligus ekonomi lokal.

Direktur PILI Green Network, Iwan Setiawan, menegaskan bahwa “Pemilihan Rote Ndao sebagai lokasi program didasarkan pada tingkat urgensi yang tinggi untuk penanganan abrasi. Kolaborasi dengan BRI Peduli ini sangat strategis karena menggabungkan kekuatan sumber daya dengan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat. Kami tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam harapan untuk pesisir yang lebih tangguh.”

Dukungan pemerintah turut disampaikan oleh Kepala Konservasi Kelautan dan Perairan Kupang Imam Fauzi, yang melihat inisiatif ini sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pesisir strategis Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini, karena mangrove merupakan ekosistem penting di wilayah pesisir. Kami berharap setelah penanaman ini dilakukan monitoring agar pertumbuhan dapat terpantau dan penyulaman bisa dilakukan bila diperlukan. Upaya seperti ini berkontribusi besar terhadap penguatan ketahanan pesisir dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat maupun lingkungan.” jelasnya.

Sebagai mitra utama, BRI Peduli memberikan dukungan penuh melalui Program Grow & Green yang berfokus pada pemulihan lingkungan dan ketahanan masyarakat pesisir.“BRI Peduli melalui Program Grow & Green ini adalah investasi ekologis yang konkret. Penanaman 55.000 mangrove di Rote Ndao merupakan wujud komitmen kami untuk mengatasi abrasi dan perubahan iklim, sekaligus menanam harapan dan memperkuat fondasi ekonomi maritim masyarakat pesisir dalam jangka panjang,” Ujar Agusman M. Latif, Team Leader CSR BRI.

Dari sisi masyarakat, Ketua Pokmaswas Oelua menuturkan bahwa inisiatif ini menjadi titik balik bagi warga yang setiap hari menghadapi ancaman abrasi

“Mangrove adalah pelindung kami, saat ada badai seroja kemarin tempat kami tidak rusak parah karena ada mangrove. Bahkan setelah program ini selesai di tahun ketiga, kami tidak akan berhenti merawat ini karena kami ingin menurunkannya untuk melindungi anak cucu kami,” tuturnya.

Selain penanaman simbolis, rangkaian kegiatan mencakup edukasi lingkungan, diskusi teknis terkait pemeliharaan dan ancaman yang harus diwaspadai, serta pengecekan pembibitan di Desa Oelua dan Sotimori. Upaya ini merupakan bagian dari mekanisme pemantauan jangka panjang yang penting untuk memastikan tingkat keberhasilan penanaman dan keberlanjutan ekosistem.

Semangat Lolo Kalo, nilai gotong royong khas masyarakat Rote, menjadi fondasi utama yang menggerakkan kolaborasi lintas pihak ini. Dengan semangat tersebut, rehabilitasi pesisir tidak hanya menjadi sebuah program, tetapi gerakan kolektif yang tumbuh dari kepedulian warga terhadap tanah dan laut mereka.

 

Tentang BRI Peduli

BRI Peduli adalah program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bank Rakyat Indonesia yang berfokus pada keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui berbagai inisiatif seperti rehabilitasi mangrove, penanaman pohon, dan penguatan ekonomi komunitas, BRI Peduli berkomitmen mendukung ketahanan wilayah dan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia. Program ini menempatkan masyarakat sebagai pusat perubahan untuk menciptakan dampak sosial-ekologis yang berkelanjutan.

Tentang PILI Green Network

PILI Green Network adalah organisasi masyarakat sipil yang bergerak dalam isu lingkungan hidup, konservasi sumber daya alam, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan pendekatan berbasis komunitas, PILI mendukung perlindungan ekosistem hulu, pemulihan hutan, serta penguatan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.

 

 

Narahubung:
Erisha
Media Outreach PILI
+62 896 2921 1539
erisha.fatimah@pili.or.id

 

Scroll to Top