Penguatan Kemitraan Konservasi Berbasis Masyarakat dalam Pengelolaan KEE
Program RaCP Nabire memasuki tahun kelima pendampingan masyarakat adat dalam pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial melalui pendekatan kemitraan konservasi berbasis komunitas.
Pada tahun 2025 Program RaCP Nabire memasuki tahun kelima pendampingan masyarakat adat dalam pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial
melalui pendekatan kemitraan konservasi berbasis komunitas.
18 Kelompok
Terlibat
39,4 ha
Pengayaan
261,57 ha
vine cutting
24 Area
Monitoring Tanam
376,45 ha
monitoring vine cutting
PemantauanKeanekaragaman Hayati
Type your paragraph hereKegiatan patroli hutan yang dilakukan masyarakat menghasilkan data penting mengenai kondisi biodiversitas di Kampung Sima dan Kampung Wanggar Pantai. Pemantauan ini memperkuat peran masyarakat sebagai pelaku utama dalam perlindungan kawasan.
Kajian Keberadaan Cendrawasih
Hasil kajian menunjukkan tingginya ketergantungan spesies-spesies tersebut terhadap kualitas habitat hutan dataran rendah dan hutan pantai, sekaligus membuka potensi pengembangan ekowisata berbasis pengamatan burung (birdwatching) di Kabupaten Nabire, khususnya Kampung Sima dan Wanggar Pantai, sebagai upaya yang mengintegrasikan konservasi dan pemberdayaan masyarakat lokal secara berkelanjutan.
Penguatan Peran Kelompok Masyarakat
Sebanyak 18 kelompok masyarakat terlibat aktif dalam kegiatan pengelolaan kawasan dan penguatan ekonomi lokal.
Masyarakat Peduli Api
Mendukung upaya pencegahan kebakaran hutan.
Kelompok Patroli Hutan
Berperan dalam pemantauan biodiversitas dan ancaman kawasan
Kelompok Usaha Perikanan
Memperkuat praktik ramah lingkungan,
Kelompok Sadar Wisata
Mulai menginisiasi pengembangan ekowisata berbasis masyarakat.
Kelompok Wanita Tani
Mengembangkan pertanian berkelanjutan,
Kelompok Tani Hutan & Kelompok Tani Peduli Api
Berkontribusi dalam kegiatan pembibitan dan rehabilitasi kawasan.
Dukungan Perubahan Nyata
Setiap dukungan Anda membantu menjaga hutan, memperkuat masyarakat, dan menghidupkan masa depan.