Pernah sadar nggak sih, siapa yang paling sering nentuin isi rumah? Mulai dari belanja apa, masak apa, sampai kapan barang harus dibuang. Yup, di banyak rumah di Indonesia, jawabannya masih sama yaitu perempuan.
Kelihatannya simpel, cuma urusan dapur dan belanja. Tapi ternyata, dibalik itu semua, perempuan punya peran gede banget dalam urusan lingkungan. Bahkan bisa dibilang, mereka ini manajer sampah paling berpengaruh, tanpa banyak disadari.
Semua Berawal dari Keranjang Belanja
Setiap kita belanja, sebenarnya kita lagi vote buat bumi lho!. Faktanya, berbagai riset bilang kalau perempuan memengaruhi sekitar 70–80% keputusan belanja. Artinya? Mereka punya power buat nentuin, mau bawa pulang lebih banyak sampah… atau justru mengurangi.
Contoh kecilnya seperti memilih sabun refill dibanding sachet, membawa tote bag sendiri dan membeli sekali dalam ukuran besar biar nggak banyak bungkus. Memang kelihatannya sepele, tapi efeknya gede banget. Apalagi di Indonesia, sampah plastik yang berhasil didaur ulang itu masih di bawah 10%. Sisanya? Ya numpuk.
Dapur Ternyata Tempat Produksi Sampah Terbesar

Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan lewat SIPSN, sekitar 40–50% sampah di Indonesia itu berasal dari rumah tangga. Dan sebagian besar isinya? Sisa makanan.
Di sinilah peran perempuan makin kelihatan. Kalau sampah dipilah dari rumah seperti sisa makanan bisa dijadikan kompos, sedangkan sampah plastik & kaleng bisa dijual atau didaur ulang.Bahkan, pemilahan dari rumah itu bisa bikin proses daur ulang jadi 3x lebih efektif dibanding sampah yang udah kecampur di TPA. Jadi bukan cuma buang sampah, tapi literally mengatur alur hidup sampah itu sendiri.
Daripada Dibuang, Kenapa Nggak Dijual?
Sampah rumah tangga itu nggak selalu soal kulit bawang atau plastik doang. Kadang justru barang yang masih bagus seperti baju, tas, atau peralatan rumah yang akhirnya kebuang. Padahal sekarang udah ada cara yang lebih cerdas seperti jual preloved.
Lewat platform kayak Carousell, barang yang udah nggak kepakai bisa dapet hidup kedua. Data dari Carousell menyatakan sekitar 3 dari 10 orang di Asia Tenggara sekarang lebih pilih barang preloved. Alasannya? Lebih hemat, dan lebih ramah lingkungan. Dengan cara ini, umur barang bisa diperpanjang 2–5 tahun. Kebayang kan, berapa banyak sampah yang bisa dicegah cuma dari nggak asal buang?
Jadi, Ini Bukan Soal Buang Sampah Doang

Perempuan itu bukan sekadar orang yang buang sampah. Mereka itu penentu dengan pengaruh besar di belanja sampai 80% dan peran di rumah tangga penyumbang hampir 50% sampah nasional, keputusan kecil sehari-hari itu dampaknya bisa segede itu.
Mulai dari seperti memilih produk, masak secukupnya, pilah sampah sampai jual barang bekas. Semua itu bukan hal kecil karena dari dapur, dari keranjang belanja, dari rumah, perubahan buat bumi itu sebenarnya lagi dimulai.
Jadi next time kamu milah sampah atau menolak plastik, inget aja itu bukan hal sepele… itu aksi nyata buat masa depan.
Referensi :
- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2023.
- Carousell. Carousell Recommerce Index 2021/2022.
- United Nations Environment Programme (UNEP). Gender and Waste Management.
- Forbes. Top 10 Things Everyone Should Know About Women Consumers.
- Wayan, S. (2021). Peran Perempuan dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga. Jurnal Ekologi Keluarga.

