Glow Up Tanpa Bikin Bumi Redup? Yuk Coba Sustainable Beauty & Slow Fashion!

Pernah nggak sih kamu merasa bersalah pas lagi unboxing paket belanjaan online, terus lihat tumpukan plastik dan bubble wrap yang segunung? Atau pas lagi beresin lemari, tiba-tiba nemu baju yang labelnya masih nempel tapi udah nggak pengen dipake lagi?

Fix kita semua pernah di posisi itu. Tapi tahu nggak, tren Eco-Lifestyle sekarang bukan cuma soal bawa sedotan stainless doang. Sekarang waktunya kita ngomongin gimana caranya tetap tampil slay lewat Sustainable Beauty dan Slow Fashion.

Sad Truth: Cantik yang Mahal buat Bumi

Sadar nggak sih, di balik ritual skincare dan makeup kita, ada fakta ngeri yang sering ke-skip. Menurut laporan UNEP, plastik itu udah jadi pemain lama di industri kecantikan selama 50 tahun terakhir buat menggantikan bahan-bahan alami. Parahnya lagi, plastik ini nggak cuma buat bungkusnya doang, tapi juga dicampur langsung ke dalam isi produknya bahkan ada yang kadarnya sampe lebih dari 90%.

Nah yang bikin makin overthink, plastik-plastik mikro ini bakal langsung hanyut ke saluran air pas kita bilas dan mustahil buat di kumpulin lagi buat didaur ulang. Padahal, polimer plastik ini bandel banget karena butuh waktu ratusan tahun buat bisa bener-bener hancur. Ujung-ujungnya, sampah mikro ini bakal numpuk di laut, masuk ke rantai makanan, dan bisa balik lagi ke tubuh kita pas lagi makan seafood. Bayangin deh, satu botol shower gel kamu aja bisa mengandung mikroplastik sebanyak plastik yang dipakai buat bikin botol kemasannya sendiri. Ngeri, kan? Masa kita tega mau glow up tapi malah bikin bumi makin sesak?

Slow Fashion & Sustainable Beauty: Hidup Simpel, Tapi Bermakna

Sebenarnya konsep ini sederhana banget. Intinya kita diajak untuk beli secukupnya, pilih yang kualitasnya bagus, dan dipakai selama mungkin. Jadi bukan soal punya banyak, tapi soal lebih bijak dalam memilih dan menggunakan.

Sustainable beauty itu tentang cara kita merawat diri tanpa merusak lingkungan. Misalnya dengan memilih skincare atau makeup yang bahannya aman untuk alam, kemasannya bisa didaur ulang atau diisi ulang, dan tidak diuji coba ke hewan. Jadi kita tetap bisa tampil cantik tanpa harus mengorbankan lingkungan.

Kalau slow fashion, ini kebalikan dari kebiasaan beli baju terus setiap ada tren baru. Di sini kita lebih fokus ke kualitas daripada kuantitas. Kita memilih baju yang tahan lama, nyaman dipakai, dan dibuat dengan cara yang adil untuk para pekerjanya. Jadi satu baju bisa dipakai berkali-kali tanpa cepat rusak atau ketinggalan zaman.

Untuk mulai, nggak perlu langsung berubah drastis. Kamu bisa pelan-pelan, misalnya dengan punya baju yang sedikit tapi mudah dipadukan satu sama lain, atau sebelum beli sesuatu, coba tanya ke diri sendiri apakah barang itu benar-benar akan sering dipakai. Selain itu, kamu juga bisa mulai beralih ke produk yang bisa diisi ulang supaya mengurangi sampah, atau coba thrifting untuk menemukan baju unik sekaligus mengurangi limbah tekstil.

Pada akhirnya, jadi peduli lingkungan itu bukan hal yang ribet atau kuno. Justru sekarang ini jadi gaya hidup yang keren dan punya dampak positif. Nggak perlu sempurna, cukup mulai dari langkah kecil yang konsisten. 

 

Daftar Referensi

  • United Nations Environment Programme (UNEP).(2019). UN Alliance for Sustainable Fashion.
  • Zero Waste Week. (2018). Annual report on beauty packaging waste.
  • Journal of Cleaner Production.(2021). Sustainable practices in the cosmetics industry.
Scroll to Top