Dorong Transparansi Agenda Iklim, GREEN for Riau Initiative Perkuat Komunikasi Publik dan Peran Media di Riau

Pekanbaru, 30 Januari 2026 — Di tengah tantangan pengelolaan lahan dan krisis iklim yang kian kompleks, kebutuhan akan informasi lingkungan yang terbuka, akurat, dan mudah dipahami menjadi semakin penting. Menjawab kebutuhan tersebut, GREEN for Riau Initiative (G4RI) memulai langkah penguatan komunikasi publik dengan membangun kolaborasi bersama media dan berbagai pihak di Provinsi Riau.

Kolaborasi ini dibuka melalui pertemuan dan lokakarya komunikasi publik yang diselenggarakan secara hybrid, bertempat di Kantor Bappeda Provinsi Riau. Kegiatan ini mempertemukan OPD, media, lembaga swadaya masyarakat (LSM), lembaga adat, Kepala UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), serta mitra G4RI, untuk duduk bersama membahas peran informasi publik dalam mendukung agenda lingkungan dan iklim di Riau.

Riau dikenal sebagai salah satu wilayah kunci dalam agenda iklim Indonesia. Dinamika pengelolaan lahan di provinsi ini tidak hanya berdampak pada lingkungan dan masyarakat setempat, tetapi juga berkontribusi terhadap pencapaian target iklim nasional dan komitmen global. Dalam konteks tersebut, komunikasi publik yang kuat menjadi penghubung penting antara kebijakan, data ilmiah, dan pemahaman masyarakat.

Dalam sambutannya, Country Coordinator UNEP UN-REDD Programme di Indonesia, Bambang Arifatmi, menekankan besarnya skala dan kompleksitas pengelolaan program di Riau yang mencakup wilayah luas dan ratusan desa, sehingga membutuhkan pendekatan komunikasi yang terencana dan kolaboratif.

“Program ini mencakup wilayah yang sangat luas dan melibatkan banyak pihak, sehingga penyampaian informasi tidak bisa dilakukan secara parsial. Karena itu, kolaborasi dengan media dan berbagai pihak menjadi penting agar informasi dapat menjangkau masyarakat dan mendukung keterlibatan publik secara berkelanjutan,” ujarnya.

Lokakarya ini dirancang sebagai ruang dialog dua arah. Diskusi diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) yang difasilitasi oleh Green Radio Line, menggali tantangan media dalam memberitakan isu lingkungan sekaligus kebutuhan informasi dari perspektif publik. Sesi dilanjutkan dengan brainstorming pesan kunci G4RI, yang bertujuan menyusun narasi bersama agar informasi lingkungan dapat disampaikan secara konsisten dan mudah dipahami.

Penguatan Platform Informasi G4RI dan FGRM
Selain membahas strategi komunikasi, lokakarya ini juga menjadi bagian dari kajian kebutuhan pengembangan sistem informasi. Peserta meninjau mockup Platform G4RI dan Feedback and Grievance Redress Mechanism (FGRM) yang dipresentasikan oleh Tenaga Ahli Sistem Informasi G4RI. Platform ini dirancang sebagai sarana penyediaan data dan informasi program, sekaligus kanal umpan balik publik terkait pengelolaan lingkungan di Riau.

Dalam sesi ini, peserta memberikan masukan terkait alur penyajian informasi, kemudahan akses, serta prioritas fitur yang dinilai penting agar platform dapat digunakan secara efektif oleh berbagai kelompok pengguna. Diskusi juga menyoroti perlunya integrasi dengan media agar informasi yang tersedia dapat diterjemahkan dan disebarluaskan secara lebih luas.

Masukan dari lokakarya ini akan digunakan sebagai dasar penyempurnaan strategi komunikasi publik dan pengembangan sistem informasi G4RI ke depan. Pendekatan ini diarahkan untuk memastikan informasi tidak hanya tersedia, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai rujukan oleh media, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat umum.

Melalui kolaborasi dengan media dan berbagai pihak, G4RI berharap penguatan komunikasi publik dapat mendukung keterlibatan masyarakat secara lebih luas dalam pengelolaan lingkungan dan agenda iklim di Provinsi Riau, sekaligus mendorong tata kelola informasi yang lebih terbuka dan responsif.

Tentang UN-REDD Programme:

Program UN-REDD adalah kolaborasi PBB (UNEP, FAO, UNDP) untuk membantu negara-negara berkembang dalam mengurangi emisi dari deforestasi dan degradasi hutan serta mengelola hutan secara berkelanjutan.

Tentang PILI Green Network:

PILI Green Network adalah organisasi nirlaba Indonesia yang berdedikasi untuk memperkuat konservasi keanekaragaman hayati dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan melalui pendekatan ilmiah dan kolaborasi multipihak.

Tentang PETAI:

Yayasan PETAI (Pusat Edukasi dan Transformasi Alam Indonesia) adalah organisasi nirlaba yang memiliki peran krusial dalam konservasi dan pemberdayaan masyarakat, khususnya di wilayah Riau. Dalam konteks inisiatif GREEN for Riau (G4RI), Yayasan PETAI bertindak sebagai salah satu mitra pelaksana lokal yang menjembatani kebijakan teknis dengan aksi nyata di tingkat tapak.

 

Scroll to Top