Cuaca Masih Tak Menentu Awal April 2026? Dampak 3 Bibit Siklon Tropis Masih Terasa di Indonesia

Kamu juga ngerasa nggak sih, harusnya sudah mulai kemarau tapi malah masih sering hujan deras? Cuacanya jadi kayak nggak bisa ditebak, kadang panas, tiba-tiba hujan.

Ternyata, kondisi ini tidak terjadi begitu saja. Berdasarkan pantauan terbaru dari BMKG pada 3–5 Maret 2026, wilayah Indonesia saat ini sedang didekati oleh tiga bibit siklon tropis sekaligus. Walaupun masih disebut bibit dan belum tentu berkembang jadi badai besar, keberadaan mereka tetap membawa pengaruh yang cukup terasa, terutama untuk kondisi laut kita. Ibaratnya, meski jauh, efeknya tetap sampai.

Di Mana Posisi Bibit Siklon Ini?

Berdasarkan pantauan BMKG pada 5 Maret 2026 pukul 07.00 WIB. Tiga bibit siklon ini terpantau berada di beberapa wilayah, yaitu Bibit 90S  di selatan Pulau Jawa, Bibit 93S di barat laut Australia, dan 92P di sekitar selatan Papua tepatnya di Teluk Carpentaria. Posisi mereka memang tidak langsung di daratan Indonesia, tapi pergerakannya cukup untuk memicu perubahan cuaca yang bikin laut jadi kurang bersahabat.

Kenapa Dampaknya Masih Terasa Sampai Awal April?

Meskipun sistem ini terpantau pada awal Maret, dampaknya tidak selalu berhenti saat bibit siklon melemah.

Dalam dinamika atmosfer tropis, gangguan seperti siklon dapat memengaruhi arah angin regional, pertumbuhan awan hujan, serta kestabilan atmosfer selama beberapa minggu setelahnya. Pengaruh ini menjadi lebih terasa karena Indonesia sedang berada pada masa peralihan musim atau pancaroba, yaitu periode ketika cuaca memang cenderung lebih sulit diprediksi.

Selain itu, dinamika bibit siklon tropis juga dapat berinteraksi dengan sistem atmosfer lain di wilayah tropis seperti angin monsun, gelombang Kelvin, gelombang Rossby, serta Madden–Julian Oscillation (MJO). Penelitian menunjukkan bahwa fase aktif MJO dapat meningkatkan peluang hujan ekstrem di beberapa wilayah Indonesia hingga lebih dari 50 persen. Kombinasi berbagai faktor inilah yang membuat hujan masih sering terjadi meskipun sebagian wilayah seharusnya mulai memasuki musim yang lebih kering.

Dampaknya Terasa di Laut Indonesia

Dampak dari keberadaan bibit siklon tropis tidak hanya terasa di daratan, tetapi juga di wilayah perairan. Pada awal Maret lalu, BMKG mencatat peningkatan tinggi gelombang di beberapa wilayah seperti Laut Sawu, Laut Banda, Samudra Hindia bagian selatan Nusa Tenggara Timur, hingga Laut Arafuru. Di beberapa lokasi, tinggi gelombang bahkan mencapai kisaran 2,5 hingga 4 meter. Kondisi seperti ini tentu meningkatkan risiko bagi kapal nelayan berukuran kecil hingga sedang.

Memasuki masa pancaroba seperti sekarang, perubahan cuaca di laut dapat terjadi lebih cepat dari biasanya. Cuaca cerah dapat berubah menjadi hujan dalam waktu singkat, sementara arah angin juga bisa berubah secara tiba-tiba. Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat pesisir, terutama nelayan yang setiap hari beraktivitas di laut.

Karena itu, memantau perkembangan informasi cuaca menjadi langkah penting sebelum melaut. Informasi terbaru dapat diakses melalui aplikasi InfoBMKG maupun kanal resmi BMKG lainnya.

Keselamatan Tetap yang Utama

Semangat mencari nafkah di laut adalah hal yang luar biasa. Namun keselamatan tetap menjadi hal yang paling utama. Jika kondisi cuaca sedang kurang bersahabat, tidak apa-apa untuk menunggu hingga situasi kembali lebih aman. Laut akan selalu ada dan bisa didatangi kapan saja, tetapi kesempatan untuk kembali ke rumah dengan selamat adalah hal yang paling berharga.

Di balik setiap perjalanan melaut, selalu ada keluarga yang menunggu, doa yang menyertai, dan harapan untuk pulang dengan selamat.

Sumber

Ramadhan et al. (2024). Rainfall variability in Indonesia new capital associated with the Madden–Julian Oscillation and its contribution to flood events
https://doi.org/10.1016/j.qsa.2024.100163

BMKG. (2026, 3 Maret). BMKG pantau tiga bibit siklon tropis, waspada cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia. Siaran Pers BMKG.https://www.bmkg.go.id/siaran-pers/bmkg-pantau-tiga-bibit-siklon-tropis-waspada-cuaca-ekstrem-di-sejumlah-wilayah-indonesia

Kompas.tv. (2026, 5 Maret). Update 3 siklon tropis kepung Indonesia 5 Maret 2026, BMKG imbau waspada hujan lebat & gelombang laut. Kompas TV.https://www.kompas.tv/info-publik/654779/update-3-siklon-tropis-kepung-indonesia-5-maret-2026-bmkg-imbau-waspada-hujan-lebat-gelombang-laut

Scroll to Top