Peringati Hari Kartini dan Hari Bumi 2026, Melalui WFD Goes to Campus Perkuat Kepemimpinan Perempuan dalam Aksi Nyata untuk Bumi melalui Dialog Perempuan Penjaga Hutan

Lampung, 23 April  2026—Perubahan iklim menjadi tantangan global yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Dalam banyak situasi, perempuan merupakan kelompok yang paling terdampak, namun sekaligus memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan lingkungan melalui pengetahuan lokal, praktik adaptasi, dan kepemimpinan di tingkat tapak.

Indonesia sendiri telah menunjukkan komitmen kuat dalam aksi iklim melalui berbagai kebijakan nasional, termasuk penguatan Perhutanan Sosial yang hingga tahun 2026 telah mencakup akses kelola seluas 8,33 juta hektare bagi masyarakat. Program ini tidak hanya mendorong keberlanjutan hutan, tetapi juga membuka ruang bagi perempuan untuk berperan aktif dalam pengelolaan sumber daya alam dan pengembangan ekonomi berbasis hutan.

Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa perempuan memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat. Di Kabupaten Tanggamus, misalnya, kelompok perempuan telah terlibat aktif dalam pengembangan usaha hasil hutan bukan kayu, pemantauan kawasan, hingga advokasi kebijakan. Peran ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian ekosistem hutan.

Peserta Talkshow Semangat Kartini, Aksi Nyata Untuk Bumi Universitas Lampung

Dalam rangka memperingati Hari Kartini dan Hari Bumi 2026, berbagai pihak dari kalangan akademisi, pemerintah, dan masyarakat sipil di Lampung berkumpul dalam forum dialog bertajuk Semangat Kartini, Aksi Nyata Untuk Bumi” yang diselenggarakan di Fakultas Pertanian Universitas Lampung dan dihadiri 150 peserta, yang terdiri dari Mahasiswa dan Dosen Jurusan Kehutanan, Balai Perhutanan Sosial Seksi Wilayah II Palembang, Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, UPTD KPHL Kota Agung Utara, Kelompok Rajut Savana, KUPS (Kelompok Usaha Perhutanan Sosial) Mentari. Forum ini diselenggarakan oleh The Asia Foundation melalui program Women Forest Defenders (WFD) dengan PILI Green Network sebagai mitra pelaksana, bekerja sama dengan Universitas Lampung, Fakultas Pertanian, dan HIMASYLVA UNILA.

Selain untuk memperkuat kepemimpinan perempuan dalam aksi iklim di Indonesia, inisiatif yang dilaksanakan secara serempak di beberapa kampus ini bertujuan untuk memperkenalkan pengalaman dan praktik baik perempuan penjaga hutan dalam pengelolaan hutan berbasis masyarakat, serta meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai peran perempuan dalam pengelolaan hutan. Prof. Christin Wulandari, akademisi Jurusan Kehutanan, menekankan bahwa kecantikan perempuan merupakan sebuah perspektif yang terpancar melalui inner beauty. Hal tersebut lahir dari dedikasi mereka dalam menjaga hutan dan melestarikan lingkungan. Senada dengan hal itu, Sekretaris Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Ibu Lingga, menambahkan bahwa semangat “cantik molek perkasa” sebagaimana tertuang dalam Mars Rimbawan, seharusnya menjadi jiwa bagi setiap rimbawan perempuan dalam menjalankan aktivitasnya.

Endang Sutiana, Ketua Kelompok Rajut Savana

Dalam diskusi ini, salah satu kisah inspiratif dibagikan oleh Endang Sutiana, Ketua Kelompok Rajut Savana. Kelompok ini bermula dari inisiatif para ibu rumah tangga yang belajar merajut secara mandiri di sela kesibukan domestik. Titik balik terjadi pada 2019 ketika Mayang, fasilitator dari PILI, menginisiasi pembentukan kelompok secara kolektif. Meski sempat menghadapi kendala pemasaran hingga harus menjemput bola ke pasar dan berbagai acara di sekitar Taman Nasional Way Kambas (TNWK) perjuangan mereka membuahkan hasil. Sejak tahun 2020, Rajut Savana telah menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak dan berhasil mengekspor produknya ke luar negeri. Saat ini, tantangan utama yang dihadapi adalah menjaga konsistensi anggota di tengah tingginya permintaan pasar yang melampaui kapasitas produksi.

Kisah serupa datang dari Marsiyem, Ketua KUPS Mentari, yang mengelola beragam produk seperti lada, jahe, dan kopi bubuk, hingga hasil kerajinan ecoprint serta minyak VCO. Saat ini, KUPS Mentari masih menghadapi tantangan dalam perluasan akses pasar, sehingga produksi baru dilakukan berdasarkan pesanan atau untuk keperluan pameran. Keberhasilan Kelompok Rajut Savana diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kelompok perempuan lainnya, termasuk KUPS Mentari, dalam mengembangkan produk dan memperluas jangkauan pasar mereka.

 

Kontak Media:

Siti Suprehatin – Koordinator Program Penanaman

HP/WA: +62 857 6960 1995

Email: s.suprehatin22@gmail.com

Alamat: Jl. Tumenggung Wiradireja No. 216, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Jawa Barat, 16155

 

Tentang The Asia Foundation

The Asia Foundation adalah organisasi nirlaba internasional yang berkomitmen membantu mengatasi kompleksitas tantangan sosial dan ekonomi di kawasan Asia dan Pasifik. Dengan pengalaman lebih dari 70 tahun serta pemahaman mendalam tentang kondisi lokal, kami bekerja bersama mitra di lebih dari 20 negara melalui 17 kantor untuk meningkatkan kualitas hidup dan memperluas peluang bagi masyarakat. Selengkapnya, kunjungi www.asiafoundation.org.

 

Tentang PILI Green  Network

Yayasan Pusat Informasi Lingkungan Indonesia (PILI Green Network) adalah lembaga swadaya masyarakat yang berfokus pada konservasi alam, penguatan kapasitas masyarakat, dan pengembangan kemitraan strategis dalam pengelolaan sumber daya alam. Dengan semangat kolaborasi, PILI bekerja di berbagai lanskap Indonesia untuk mewujudkan keselarasan antara kelestarian lingkungan dan kesejahteraan manusia.

Scroll to Top