Pernahkah kamu berdiri di bawah pohon besar lalu menarik napas dalam-dalam? Udara yang kita hirup terasa lebih sejuk dan lega kan?. Itu bukan cuma perasaan, ada hubungan nyata antara manusia dan pohon hubungan yang membuat kita tak pernah benar-benar bisa hidup tanpa mereka.
Pohon = Udara untuk Bernapas
Hubungan paling mendasar antara kita dan pohon adalah udara. Kita sering lupa bahwa setiap oksigen yang masuk ke paru-paru kita adalah dari proses fotosintesis. Setiap pohon dewasa rata – rata mampu menghasilkan sekitar 100–250 liter oksigen per hari yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dua orang manusia per hari. Namun, peran pohon lebih dari sekadar pabrik oksigen. Di tengah kepungan polusi perkotaan, pohon bertindak sebagai penyaring udara. Keberadaan pohon di area kota dapat menyerap gas berbahaya seperti nitrogen dioksida dan sulfur dioksida yang dapat merusak paru – paru. Karena itu, kawasan yang banyak pohon biasanya punya kualitas udara yang lebih baik.
Pendingin Alami di Tengah Panas Kota
Coba bandingkan jika kamu pernah berteduh di bawah pohon dan di bawah kanopi plastik, jauh terasa lebih dingin di bawah pohon kan? Ini berkat fenomena yang disebut evapotranspirasi yaitu pohon melepaskan uap air ke udara, yang secara aktif mendinginkan lingkungan sekitarnya. Faktanya area dengan banyak vegetasi memiliki suhu lebih rendah dibandingkan area yang gundul. Di tengah ancaman krisis iklim dan fenomena Urban Heat Island (pulau panas perkotaan), pohon bukan sekadar hiasan taman. Ia adalah solusi alami untuk menurunkan panas dan membuat kota lebih nyaman ditinggali.
Baik untuk Pikiran dan Perasaan
Ada keterkaitan psikologis antara manusia dengan pohon. Munculnya praktik Shinrin-yoku atau “mandi hutan” di Jepang bukan tanpa alasan ilmiah. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports menemukan bahwa menghabiskan setidaknya 120 menit per minggu di alam terbuka terutama di sekitar pepohonan berkorelasi kuat dengan peningkatan kesehatan mental dan kesejahteraan emosional. Pohon membantu menurunkan kadar kortisol (hormon stres), menurunkan detak jantung, dan meningkatkan fokus. Sejak dulu, manusia merasa aman di dekat pepohonan karena sumber perlindungan, makanan, dan bahan bangunan.
Penopang Kehidupan dan Ekonomi
Secara ekonomi menurut laporan dari Food and Agriculture Organization (FAO) bahwa lebih dari 1,6 miliar orang di seluruh dunia bergantung pada hutan untuk mata pencaharian mereka. Baik di industri kayu, obat-obatan, hingga pangan. Bahkan bagi kita, pohon hadir dalam bentuk buku yang kita baca, meja tempat kita bekerja, hingga karet pada alas sepatu kita. Tanpa pohon, tanah menjadi rusak, air sulit disimpan, dan pertanian terancam. Artinya, pohon juga berperan besar dalam menjaga ketahanan pangan manusia.
Menjaga Pohon Berarti Menjaga Hidup
Menebang pohon sembarangan sama saja dengan merusak sistem kehidupan kita sendiri. Sebaliknya, menanam dan merawat pohon adalah investasi jangka panjang untuk udara bersih, lingkungan sehat, dan masa depan yang lebih aman. Karena pada akhirnya, manusia dan pohon berbagi napas yang sama. Jika pohon hilang, kita pun ikut kehilangan.
Referensi :
* FAO (2020). The State of the World’s Forests 2020: Forests, biodiversity and people. Food and Agriculture Organization of the United Nations.
* McDonald, R. I., et al. (2016). Planting Healthy Air: A global analysis of the role of urban trees in addressing particulate matter and heat. The Nature Conservancy.
* United States Environmental Protection Agency (EPA). Using Trees and Vegetation to Reduce Heat Islands. epa.gov.
* White, M. P., et al. (2019). “Spending at least 120 minutes a week in nature is associated with good health and wellbeing.” Scientific Reports, 9(1).
