Pernah ngerasa udara makin panas dan sumpek, padahal pagi baru mulai? Atau lihat ruang hijau di sekitar rumah pelan-pelan hilang jadi ruko? Itu bukan cuma perasaan. Alam memang sedang butuh bantuan. Karena itulah setiap 10 Januari diperingati sebagai Hari Gerakan Satu Juta Pohon.
Gerakan ini mengajak kita menanam dan merawat pohon sebagai langkah sederhana menjaga lingkungan. Meski terdengar sepele, dampaknya besar dan langsung ke udara yang kita hirup setiap hari.
Dari Mana Asalnya?

Gerakan Satu Juta Pohon pertama kali dicetuskan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 10 Januari 1993 di Jakarta. Melalui pidatonya, beliau mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terlibat aktif menanam pohon hingga melampaui angka satu juta di setiap provinsi. Sejak saat itu, gerakan ini menjadi tonggak sejarah upaya bangsa Indonesia dalam melawan pemanasan global.
Gerakan Nasional untuk Masa Depan
Peringatan setiap 10 Januari ini bukan sekadar acara simbolis menanam bibit, tapi ajakan untuk aksi nyata menghadapi masalah lingkungan seperti pemanasan global, banjir, dan rusaknya ekosistem. Pohon berperan penting menyerap karbon, menghasilkan oksigen, dan menjaga keseimbangan kehidupan. Momen ini mengingatkan kita bahwa Bumi adalah titipan yang perlu dijaga bersama.
Kenapa Indonesia Butuh Banget Pohon?
Mungkin kamu berpikir, “Indonesia kan punya banyak hutan di Kalimantan dan Papua?” Faktanya, kondisinya tidak sedang baik-baik saja. Berdasarkan data dari Global Forest Watch, Indonesia dari 2002 sampai 2024, Indonesia kehilangan 11 Mha hutan primer basah, menyumbang 34% dari total kehilangan tutupan pohon dalam periode yang sama. Area total hutan primer basah di Indonesia berkurang 11% dalam periode waktu ini.
Beberapa alasan kenapa gerakan ini penting bagi kita :
- Bikin kota lebih adem
Pohon membantu menurunkan suhu dan mengurangi efek panas akibat beton dan aspal. Di kota besar seperti Jakarta atau Surabaya, terdapat fenomena Urban Heat Island atau suhu kota jauh lebih tinggi dibanding pedesaan. Pohon bertindak sebagai AC alami. Lewat proses transpirasi atau proses berkeringatnya tumbuhan, sebatang pohon besar mampu memberikan efek pendinginan. - Menyaring polusi udara
Menurut laporan IQAir, kualitas udara di banyak kota di Indonesia seringkali masuk kategori tidak sehat. Pohon adalah filter udara terbaik. Daun-daun pohon menyerap polutan seperti nitrogen dioksida, sulfur dioksida, dan partikel debu halus yang berbahaya bagi paru-paru kita. - Mengurangi banjir dan longsor
Data dari BNPB menunjukkan bahwa 90% – 95% mayoritas bencana di Indonesia adalah banjir dan tanah longsor atau hidrometeorologi. Tanpa akar pohon yang mengikat tanah dan membantu infiltrasi air ke dalam tanah, air hujan akan langsung mengalir di permukaan (run-off), menyebabkan banjir bandang. Menanam pohon artinya membangun sistem drainase alami.
Menanam Itu Awal, Merawat Itu Kunci
Sering kali kita semangat menanam, tapi lupa merawat. Padahal satu pohon yang tumbuh besar bisa menyerap puluhan kilogram karbon dioksida setiap tahun. Artinya, pohon yang dirawat = investasi udara bersih untuk masa depan.
Satu pohon yang tumbuh dewasa mampu menyerap sekitar 22 kg karbon dioksida per tahun. Bayangkan jika satu juta pohon benar-benar tumbuh besar secara serentak di seluruh pelosok negeri. Kita tidak hanya sedang menyelamatkan lingkungan, tapi juga sedang menjamin kualitas oksigen untuk anak cucu kita nanti.
Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Tak perlu lahan luas. Menanam satu pohon di halaman, pot di teras, atau mendukung program penanaman pohon juga sudah berarti. Langkah kecil, tapi kalau dilakukan bareng-bareng, dampaknya besar. Yuk, mulai jaga bumi dari hal paling sederhana yakni satu pohon hari ini.
Referensi
* RRI (2024). Jelang Peringatan Gerakan Satu Juta Pohon, https://rri.co.id/nasional/1242158/jelang-peringatan-gerakan-satu-juta-pohon-simak-sejarahnya
* Global Forest Watch (2024). Indonesia Deforestation Rates and Statistics. https://www.globalforestwatch.org/dashboards/country/IDN/?lang=id&map=eyJjYW5Cb3VuZCI6dHJ1ZX0%3D
* Badan Pusat Statistik (BPS). Laporan Indikator Lingkungan Hidup Indonesia.
* Akbari, H., dkk. (2001). Cool surfaces and shade trees to reduce energy use and improve air quality in urban areas. Solar Energy Journal.
* BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI).
