Tarsius merupakan salah satu hewan monogami

Empat belas Februari dikenal sebagai Hari Valentine. Hari tersebut dijadikan momen untuk mengungkapkan rasa sayang kepada orang-orang terkasih. Hari Valentine juga kerap dijadikan saat yang tepat untuk membuktikan kesetiaan pada pasangan.

Bicara Hari Valentine, artikel kali ini akan membahas mengenai kesetiaan pada pasangan alias perilaku monogami dalam dunia hewan.

Pengembangan Wisata di Kawasan Konservasi, KLHK: Menuju Pariwisata Berkualitas

KOMPAS.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf) tengah berusaha mengembangkan pariwisata berkualitas. Namun, yang mengincar perubahan tersebut bukan hanya Kemenparekraf saja, tetapi juga Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). "Terlebih dalam pengembangan wisata di kawasan konservasi," kata Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi (PJLHK) Nandang Prihadi. Pernyataan itu ia sampaikan dalam webinar Indonesia Adventure Travel Trade Association (IATTA) bertajuk “Membangkitkan Kembali Pariwisata Indonesia Melalui Wisata Petualangan” pada Kamis (14/1/2021). Baca juga: Daftar Lengkap TN, TWA, dan Suaka Margasatwa di Indonesia “Tentu saja akhir dari pengembangan wisata di kawasan konservasi adalah seperti yang banyak didengungkan semua pihak, yaitu adalah tidak hanya berkualitas, tapi juga wisata yang bertanggung jawab,” ungkapnya. Ia melanjutkan bahwa dalam pariwisata berkualitas dan bertanggung jawab di kawasan konservasi, hal tersebut tidak hanya mencakup konservasi, komunitas, dan komoditas. Menurut Nandang, wisatawan yang berada dalam pasar tersebut harus mematuhi apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Kita akan coba dengan sanksi dan denda. Sanksinya tidak berat, cuma mungkin misalnya tidak boleh berkunjung atau mendaki selama setahun dan seterusnya,” ujar Nandang. Adapun, pemberlakuan sanksi dan denda bagi wisatawan yang melanggar aturan yang telah diterapkan dalam kawasan konservasi merupakan bagian dari perubahan perilaku wisatawan agar makin disiplin.
endati demikian, dalam mencapai pariwisata berkualitas dan bertanggung jawab di kawasan konservasi, Nandang mengatakan bahwa pihaknya perlu melakukan perubahan manajemen atau standar operasional prosedur.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengembangan Wisata di Kawasan Konservasi, KLHK: Menuju Pariwisata Berkualitas", Klik untuk baca: https://travel.kompas.com/read/2021/01/18/180600027/pengembangan-wisata-di-kawasan-konservasi-klhk--menuju-pariwisata-berkualitas.
Penulis : Nabilla Ramadhian
Editor : Anggara Wikan Prasetya
Jangan takut lelah..

jala kaki 4

Hidup di kota besar membuat kita sangat bergantung pada kendaraan, baik itu transportasi umum, motor, maupun mobil pribadi. Padahal, kebiasaan dan ketergantungan tersebut bisa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan.

Burung kuntul kecil (Egretta garzetta) sebagai salah satu penghuni lahan basah. Foto: Aldio Dwi Putra

Lahan basah memiliki fungsi penting bagi kehidupan makhluk hidup. Lahan basah atau wetlands, berperan sebagai penekan risiko bencana, sumber air, penyimpan karbon, dan berpotensi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Lahan basah juga berperan untuk menjaga keanekaragaman hayati, salah satunya burung air.

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

KOMPAS.com - Pembatasan di masa pandemi Covid-19 membuat kita lebih sulit bersosialisasi, apalagi menemukan jodoh. Hal ini rupanya juga dirasakan oleh badak jomblo yang kesepian di Kebun Binatang Nasional Bangladesh, Dhaka, Bangladesh. Badak bernama Kanchi tersebut kini tengah berada di usianya yang paling subur. Namun sejak pasangannya Kancha mati pada 2014, dia telah hidup sendirian dan kesepian di kandangnya. Belakangan, kondisi Kanchi semakin memburuk. Dia tidak mau makan dan jadi lebih sering mengabaikan penjaganya Farid Mia.  Mia menuturkan perubahan perilaku Kanchi yang dia amati. Dia mengatakan, mood-nya (Kanchi) sering berubah-ubah. Kadang dia tidak merespons panggilanku. Ini karena dia tumbuh sendirian selama bertahun-tahun belakangan ini. "Aku sudah bilang ke dia bahwa kami akan segera mencarikan pasangan jantan untuknya. Tapi dia tidak sabar. Dia butuh pasangan secepatnya. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Abdul Latif, kurator Kebun Binatang Nasional Bangladesh. Dia berkata bahwa pihak kebun binatang telah berupaya untuk menemukan pasangan bagi Kanchi, namun pandemi Covid-19 menghambat upaya pengiriman badak jantan dari Afrika.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/sains/read/2021/01/16/170800423/bukan-hanya-anda-badak-pun-sulit-menemukan-jodoh-di-masa-pandemi-covid-19.
Penulis : Shierine Wangsa Wibawa
Editor : Shierine Wangsa Wibawa
Labi-labi (Amyda cartilaginea). (Foto: bisaindonesia.com)

Pada Senin, 28 Desember 2020, terdapat masyarakat yang akan menyerahkan satwa sejenis labi labi. Berdasarkan berita tersebut maka Petugas Seksi Konservasi Wilayah (SKW) IV Dumai, Balai Besar KSDA Riau, dan yayasan pencinta hewan "PANDU" segera bergerak menuju lokasi di Jl Meranti Laut, Kelurahan Simpang Tetap Darul Ichsan, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai untuk melakukan evakuasi.

Merajut Asa di 'Savana'. Foto: Nieko/PILI

Eni dan kawan-kawannya terlihat sibuk di balik meja yang penuh berbagai benda berwarna-warni. Acara Simulasi Pembukaan Kembali Wisata Alam Taman Nasional Way Kambas (TNWK) pada 18 Januari 2021, menjadi salah satu kesempatan bagi mereka untuk mempromosikan barang-barang kerajinan usahanya.

Subcategories

Page 3 of 8

© 2022 Pusat Informasi Lingkungan Indonesia. All Rights Reserved. PILI - Green Network