Rhinolopus trifoliatus, salah satu mammalia yang teridentifikasi di area PT PAM

Keragaman Fauna dan Flora di Area HCV dan Area Remediasi PT Parna Agromas

PT Parna Agromas (PT PAM) merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit di bawah kelompok Green Global Lestari (selanjutnya disebut GGL). Area konsesi dengan status Hak Guna Usaha (HGU) berada di Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat. PT PAM merupakan anggota RSPO sejak tahun 2015.

Sebagai anggota RSPO, PT PAM memberi perhatian atas keberadaan area berupa High Conservation Value – HCV (Areal Bernilai Konservasi Tinggi) dan High Carbon Stock – HCV (Areal Simpanan Karbon Tinggi) di areal perkebunan kelapa sawit. PT PAM telah melakukan identifikasi area HCV yang menjadi persyaratan untuk pemenuhan prinsip dan kriteria (P&C) RSPO.

Komitmen lain paska hasil pelaksanaan kajian HCV adalah implementasi dari pengelolaan dan pemantauan keberadaan HCV (melindungi, memelihara, meningkatkan nilai dan fungsinya, serta memantaunya). PT PAM merasa berkepentingan untuk melakukan kolaborasi dengan lembaga yang memiliki kompetensi dalam kegiatan fasilitasi dan teknis inventarisasi fauna dan flora area HCV dan area remediasi. Di sisi lain, PT PAM juga memiliki tanggung jawab untuk pemenuhan program konservasi di area kompensasi yang berada di sekitar HGU-nya.

PT PAM telah menunjuk PILI-Green Network (selanjutnya disebut PILI) sebagai tim pelaksana kegiatan Inventarisasi Fauna dan Flora di area HCV dan area remediasi. Kegiatan ini sebagai perwujudan komitmen perusahaan untuk memperkuat praktik pengelolaan kebun sawit lestari dan berkelanjutan.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung sejak tanggal 2 – 7 Februari 2022. Lokasi pelaksanaan di area HCV dan area remediasi PT PAM seluas 3,304 ha. Anggota tim survei melibatkan 5 (enam) tenaga ahli untuk taksa mammalia, burung, herpetofauna (reptil dan amfibi) dan tumbuhan.

Maksud pelaksanaan kegiatan adalah melaksanakan inventarisasi flora dan fauna dengan melakukan uji akurasi data taksa mamalia, burung, amfibi, reptil, dan tumbuhan berbunga. Kegiatan ini bertujuan untuk penyediaan data dan informasi terbaru mengenai keberadaan spesies yang mencakup taksa mamalia, burung, amfibi, reptil, dan tumbuhan berbunga di areal HCV dan area remediasi PT PAM.

Beberapa temuan dan catatan penting dari hasil pelaksanaan kegiatan, di antaranya: 1) tercatat 149 spesies dari 50 famili untuk tumbuhan berbunga, 10 spesies dari 5 famili untuk mammalia, 63 spesies dari 30 family untuk taksa burung, 18 spesies dari 8 family untuk taksa reptil, 13 spesies dari 4 family untuk taksa amfibi; 2) Spesies burung penting yang perlu mendapatkan perhatian khusus adalah beberapa spesies burung pemangsa (raptor). Seluruh spesies burung pemangsa dilindungi dan masuk dalam daftar Appendix II CITES, (endangered); 3) tercatat 7 spesies dari taksa burung yang dilindung oleh Permen LHK P.106/2018, 6 spesies Appendix II CITES, dan 2 spesies dalam daftar merah IUCN (Endangered dan Vulnerable); 4) tercatat satu spesies reptil yang terancam punah dengan status Kritis (Critical Endangered) yaitu kura-kura biuku (Orlitia borneensis), dan dua spesies dengan status Rentan (Vulnerable) yaitu ular lanang (Ophiophagus hannah) dan bulus (Amyda cartilaginea) yang semuanya terdaftar dalam kategori Appendix 1 dan II CITES.

Beberapa tantangan terhadap keberlangsungan hidup spesies dan perbaikan kondisi habitat di area HCV dan area remediasi PT PAM di antaranya pembukaan ladang atau kebun oleh masyarakat, pembalakan kayu, perburuan satwa, rendahnya pemahaman masyarakat tentang kelestarian satwa liar dan dilindungi termasuk satwa mangsa serta kawasan lindung setempat, serta rendahnya sumber daya manusia dalam melakukan pemantauan biodiversitas.

Beberapa rekomendasi penting di antaranya: 1) perbaikan dan perbanyakan papan informasi terkait satwa penting dan dilindungi di area HCV dan ;area remediasi; 2) tinjauan ulang program pengelolaan dan pemantauan area HCV dan area remediasi seluas 3.034 ha, 3) perlu menggandeng fasilitator lokal sebagai kader konservasi untuk kegiatan pemantauan dan perlindungan; 4) pengembangan sekolah lapangan di desa terdekat yang multifungsi sebagai pusat informasi edukasi dan konservasi serta wisata terestrial, balai pertemuan warga, dan penyusunan program pengelolaan dan pemantauan hutan area HCV dan area remediasi.

 

Penulis: Iwan Setiawan

 

Dokumentasi

Spesies dari Kelas Mammalia yang Teridentifikasi di Area PT PAM 

bajing kerdil telinga hitamBajing kecil telinga hitam (Nannosciurus melanotis)

bajing kelapaBajing kelapa (Callosciurus notatus)

bajing terbangBajing terbang

Rattus norvegicusTikus riul (Rattus norvegicus)

Spesies dari Kelas Aves yang Teridentifikasi di Area PT PAM

belibis polosBelibis polos (Dendrocygna javanica)

cekakak belukarCekakak belukar (Halcyon smyrnensis)

sepah tulinSepah tulin (Pericrocotus igneus)

bondol kalimantanBondol kalimantan (Lonchura fuscans)

Kondisi Tutupan Vegetasi di Areal HCV dan Area Remediasi PT PAM yang Diinventarisasi (keterangan: a. belukar, b. hutan sekunder, c. kebun campuran)

kondisi tutupan vegetasi

© 2022 Pusat Informasi Lingkungan Indonesia. All Rights Reserved. PILI - Green Network