Hari Nelayan Nasional 2021

"Nenek moyangku seorang pelaut

Gemar mengarung luas samudra

Menerjang ombak tiada takut

Menempuh badai sudah biasa

Angin bertiup layar terkembang

Ombak berdebur di tepi pantai

Pemuda berani bangkit sekarang

Ke laut kita beramai-ramai”

Hari Nelayan Nasional diperingati tanggal 6 April setiap tahunnya. Peringatan ini didasari atas pentingnya sektor perikanan dan juga peran nelayan bagi masyarakat Indonesia. Berikut ulasan mengenai Hari Nelayan Nasional.

Sejarah Hari Nelayan Nasional

Hari besar nasional ini berawal dari perayaan tradisional Labuh Saji yang dilakukan masyarakat di Teluk Pelabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat. Dipercaya upacara ini dilakukan sejak abad ke-15 oleh Nyi Putri Mayangsagara dari Kerajaan Dadap Malang (sekarang termasuk Kabupaten Sukabumi). Mayangsagara melakukan upacara dengan memberi persembahan kepada Nyi Roro Kidul sebagai penguasa Laut Selatan dengan harapan rakyatnya yang bekerja sebagai nelayan senantiasa sejahtera.

Upacara yang dilakukan oleh Mayangsagara ini dilestarikan oleh masyarakat di sana dan dilakukan setiap tahunnya. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan dan harapan agar nelayan mendapatkan hasil yang melimpah dan diberikan keselamatan. Labuh Saji juga dilakukan sebagai penghormatan kepada Mayangsagara. Dahulu, upacara Labuh Saji dilakukan dengan mengadakan tari-tarian dan melarung kepala kerbau atau kambing ke laut.

Upacara serupa sebagai bentuk rasa syukur pada Sang Pencipta juga dilakukan di beberapa daerah Indonesia.

Seiring dengan itu, pada masa Orde Baru, pemerintah memberi perhatian terhadap sektor kelautan dan melihat antusiasme nelayan yang kerap melakukan berbagai upacara atau syukuran secara tradisional. Salah satu cara untuk mengapresiasi para nelayan adalah dengan menetapkan Hari Nelayan Nasional pada 6 April 1960.

Tujuan Hari Nelayan Nasional

Indonesia terletak diantara Samudra Hindia dan Pasifik. Kondisi tersebut memberi keuntungan berupa melimpahnya ikan di perairan Indonesia. Melalui Hari Nelayan Nasional, pemerintah diharapkan dapat mengelola sektor perikanan dengan baik. Harapannya agar sektor perikanan nasional lebih maju dan nelayan Indonesia sejahtera.

Peringatan Hari Nelayan Nasional juga merupakan bentuk apresiasi pada para nelayan serta pengingat akan pentingnya profesi nelayan di Indonesia. Sebab, nelayan memiliki peran penting dalam kemajuan sektor perikanan dan berjasa dalam memenuhi kebutuhan boga bahari yang kaya protein untuk masyarakat.

Hari Nelayan Nasional Sekarang

Kurang lebih 60 tahun terakhir masyarakat Indonesia memperingati Hari Nelayan Nasional. Upacara yang dilakukan saat ini mirip dengan tradisi lama masyarakat pesisir di Indonesia. Namun, sesajen yang dilarung ke laut saat ini berupa berbagai bibit hewan akuatik seperti benih ikan, bibit udang, hingga anakan penyu. Harapannya, populasi satwa laut tetap lestari dan juga memberi manfaat bagi para nelayan di masa depan.

Seperti lagu ciptaan Ibu Sud di awal tulisan, nelayan Indonesia memang pelaut yang tangguh. Bergelut dengan angin dan ombak sudah tentu penuh risiko. Karenanya, kesejahteraan nelayan perlu diperhatikan. Dan seperti lagu di bait kedua, pemuda penerus bangsa juga harus turut menjaga kelestarian laut dan berusaha agar potensi kemaritiman negara ini bisa memberi manfaat bagi masyarakatnya.

© 2021 Pusat Informasi Lingkungan Indonesia. All Rights Reserved. PILI - Green Network