Tarsius merupakan salah satu hewan monogami

Valentine Sepanjang Masa

Empat belas Februari dikenal sebagai Hari Valentine. Hari tersebut dijadikan momen untuk mengungkapkan rasa sayang kepada orang-orang terkasih. Hari Valentine juga kerap dijadikan saat yang tepat untuk membuktikan kesetiaan pada pasangan.

Bicara Hari Valentine, artikel kali ini akan membahas mengenai kesetiaan pada pasangan alias perilaku monogami dalam dunia hewan.

Dalam dunia hewan, monogami diartikan sebagai pembentukan ikatan dengan satu pasangan, setidaknya untuk satu musim kawin, berbagi peran merawat anak dan bekerjasama dalam melindungi keturunan dari predator. Beberapa hewan menunjukkan perilaku monogami, sementara lainnya tidak.

Lalu, apa yang menyebabkan beberapa spesies monogami dan beberapa lainnya tidak?

Menurut studi yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, perilaku monogami dipengaruhi oleh ekspresi gen dan evolusi. Hasil penelitian menunjukkan setidaknya lima kali dalam 450 juta tahun, evolusi mengubah hewan menjadi monogami dengan menaikkan aktivitas beberapa gen dan menurunkan yang lain di otak. Ditemukan setidaknya ada 24 gen yang secara konsisten aktivitasnya meningkat atau menurun di antara hewan-hewan yang membentuk ikatan dalam berpasangan. Secara spesifik, peneliti mengamati adanya peningkatan pada gen yang terkait dengan perkembangan saraf, komunikasi antar sel, memori dan pembelajaran.

Hans Hoffman, Profesor Integratif Biologi dari University of Texas, mengatakan bahwa adanya kemungkinan sebuah 'formula universal' dalam evolusi gen yang membuat hewan menjadi monogami. Meskipun begitu, ia mengatakan masih perlu meneliti hewan monogami dan non-monogami untuk memperkuat studi.

Meskipun demikian, peneliti setuju bahwa monogami adalah hal yang kompleks dan dipengaruhi banyak faktor, dari mekanisme genetik hingga lingkungan.

Dalam beberapa penelitian lain juga disebutkan bahwa perilaku monogami memberi beberapa manfaat.

Misalnya pada monyet Aotus azarae jantan yang dapat menginvestasikan waktu dan energinya untuk membesarkan anak-anaknya sehingga mereka meminimalkan risiko untuk membesarkan anak dari yang bukan keturunannya. Mereka melakukan hal ini dengan tetap setia dan memastikan betina pilihan mereka hanya melahirkan keturunannya.

Monogami juga bermanfaat untuk menjamin keberhasilan reproduksi. Ketika hewan jantan kawin dengan betina, dia akan menjaga betina untuk memastikan tidak ada jantan lain yang kawin dengan betina tersebut. Paling tidak selama masa kehamilan (keturunannya lahir).

Sistem monogami juga menghemat energi. Banyak hewan yang melakukan ritual yang sulit dalam memilih pasangan. Perilaku tersebut untuk memastikan bahwa hewan memilih pasangan yang terkuat, tercepat, tergesit, paling unggul diantara yang lain. Hal ini sangat masuk akal bagi hewan-hewan tersebut untuk tetap bersama pasangannya dan tidak harus mengulang ritual yang rumit.

Keuntungan lain dari monogami adalah bahwa kedua indukan dapat membesarkan keturunan mereka bersama. Hal ini lebih efisien karena orangtua dapat secara bergiliran menjaga anak atau mencari makan.

 

Sumber:
Klug, Hope. Why Monogamy? A Review of Potential Ultimate Drivers. frontiersin.org.
Science Node. What Makes Animals Monogamous? sciencenode.org

© 2021 Pusat Informasi Lingkungan Indonesia. All Rights Reserved. PILI - Green Network