Pengukuhan Pengurus FKTAPB Rote Ndao. Foto: Victory News

Pengukuhan Pengurus FKTAPB untuk Mendorong Kelestarian Ekosistem Perairan Rote Ndao

Pengukuhan Pengurus Forum Komunikasi Tokoh Adat Peduli Budaya (FKTAPB) Kabupaten Rote Ndao oleh Manaelo Inahuk, atau Ketua Adat Tertinggi, dilaksanakan pada Rabu (1/09/2021) di aula pertemuan rumah jabatan Bupati Rote Ndao. Pengukuhan ini merupakan tindak lanjut dari revitalisasi kepengurusan FKTAPB yang telah dilaksanakan dalam Musyawarah Adat pada 6 Maret 2021.

Kegiatan Pengukuhan Pengurus FKTAPB ini mengundang Maneleo Inahuk, Bupati Rote Ndao, Wakil Bupati Rote Ndao, Sekretaris Daerah, Forkopimda, FKTAPB, Kepala Bappelitbang, Kabag Hukum, Kadis PMD, Kadis Perikanan, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata, Kadis PKO, Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN Kupang), Perwakilan Manaholo Desa Oelua, Direktur Kelautan dan Perikanan Kementerian PPN/Bapenas, Direktur Eksekutif ICCTF, Kasubdit Perikanan Direktorat Kelautan dan Perikanan Bappenas, Pejabat Pembuat Komitmen MWA ICCTF, PIU WB ICCTF, serta organisasi mitra, yakni Yayasan PILI, Yapeka, Yayasan Terangi, dan Yayasan Reef Check Indonesia. Kegiatan ini turut mengundang Wildlife Conservation Society Site Rote Ndao dan ATSEA-2 UNDP.

Pembukaan kegiatan dimulai dengan tarian adat untuk mengantar tamu undangan ke tempat yang telah disediakan dan dilanjutkan dengan penyambutan tamu, yaitu Program Manager ICCTF Sudaryanto dan Program Manager PILI Evi Indraswati. Penyambutan ini merupakan simbol penerimaan tamu dari luar Rote menjadi bagian dari masyarakat Rote Ndao.

Penyambutan Tamu Undangan oleh Bupati Rote Ndao dan Maneleo Inahuk

Sebelum prosesi adat dimulai, dilakukan pembacaan SK tentang Badan Pengurus FKTAPB periode 2021 – 2026 oleh perwakilan FKTAPB. Surat Keputusan tersebut nantinya akan ditandatangani oleh Maneleo Inahuk untuk dijadikan landasan dalam membuat Surat Keterangan dari Bupati Rote Ndao mengenai FKTAPB Kab. Rote Ndao sebagai Forum Adat yang diakui oleh Pemda Kab. Rote Ndao.

Setelah pembacaan SK, acara puncak yaitu pengukuhan pengurus FKTAPB dengan prosesi adat Lini Do dilakukan oleh Maneleo Inahuk dengan diiringi alunan alat musik khas Rote Ndao, sasando.

Acara dilanjutkan dengan sambutan Bupati Rote Ndao Paulina Haning. Dalam sambutannya, Paulina Haning sangat mendukung peran serta kepengurusan baru FKTAPB yang merupakan wadah komunikasi dalam pelestarian adat, budaya, dan lingkungan hidup di Kabupaten Rote Ndao. FKTAPB ini diharapkan menjadi jembatan untuk memadukan perbedaan masing-masing suku yang ada di Rote Ndao sehingga menjadi suatu pendekatan nilai budaya yang positif untuk pembangunan masyarakat Rote Ndao ke arah yang lebih baik.

Dengan dilaksanakannya pengukuhan pengurus baru serta perubahan dan penyempurnaan AD/ART akan dapat meningkatkan kapasitas pengurus dan menunjang kinerja FKTAPB kedepannya. Ia juga mengajak untuk melestarikan nilai budaya yang kita miliki. Peningkatan peran Tokoh Adat dan Budaya melalui forum ini diharapkan akan berdampak pada upaya melestarikan nilai-nilai leluhur dan budaya yang telah dimiliki selama ini.

Maneleo Inahuk Drs. Leonard Haning, M.M, juga menyampaikan sambutan yang berisikan dukungan terhadap pengurus FKTAPB yang baru dilantik dan berharap kegiatan ini dapat menjadi penyemangat untuk terus melestarikan budaya yang merupakan karya nenek moyang. Leonard juga berpesan untuk menjaga lingkungan, khususnya perairan di Rote Ndao dengan tidak melakukan kegiatan penangkapan ikan yang bersifat merusak.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua FKTAPB Yohanis Bernabas Ndolu atau biasa disapa John. Melalui momen Pengukuhan Pengurus FKTAPB, John menyampaikan bahwa FKTAPB memiliki tujuan dalam memperkuat kelembagaan adat untuk kesejahteraan masyarakat. Salah satunya dilakukan dengan menerapkan tu’u pendidikan sehingga anak-anak di Rote Ndao bisa mendapat pendidikan yang tinggi. John juga berharap kepengurusan FKTAPB yang baru dapat terus memperkuat program yang berkaitan dengan pelestarian budaya dan kesejahteraan masyarakat.

Sambutan terakhir disampaikan oleh Direktur Kelautan dan Perikanan Bappenas Dr. Ir. Sri Yanti JS, MPM. Dalam kesempatan ini Sri Yanti menyampaikan bahwa Bappenas berkepentingan dalam mewujudkan perikanan berkelanjutan berbasis adat untuk mendorong penyiapan dan pengembangan model percepatan pengelolaan pesisir serta peningkatan efektivitas pengelolaan ekosistem pesisir prioritas (TNP Laut Sawu) melalui organisasi mitra.

Mewakili Bappenas, ia juga memberikan apresiasi kepada Bupati Rote Ndao yang telah mengesahkan SK Panitia KMHA pada 16 Agustus 2021 serta dukungan penuh dari Pemda Kab. Rote Ndao.

Untuk mendukung Panitia Kesatuan Masyarakat Hukum Adat (KMHA) pada tingkat adat diperlukan penguatan terhadap kelembagaan masyarakat adat. Salah satu langkah untuk memperkuat struktur kelembagaan adat FKTAPB Kab. Rote Ndao adalah dengan pengukuhan pengurus FKTAPB oleh Maneleo Inahuk sebagai Pelindung Forum Adat dan Bupati Rote Ndao selaku Pembina Forum Adat di Kabupaten Rote Ndao. Tujuan pengukuhan tersebut sebagai dukungan penguatan kelembagaan adat terhadap akses masyarakat adat dalam tata kelola perikanan berkelanjutan di TNP Laut Sawu.

FKTAPB memiliki posisi penting dalam mendorong dan mengawal pemanfaatan sumberdaya laut dan pesisir sesuai hoholok/papadak dengan pengawasan dari Manaholo (pengawas adat) pada tingkat tapak secara partisipatif dan efektif.

Kegiatan Pengukuhan Pengurus FKTAPB ini diadakan oleh Pemkab Rote Ndao dengan dukungan Kementerian PPN/Bappenas, ICCTF melalui mitra pelaksana Yayasan Pusat Informasi Lingkungan Indonesia (PILI) atau yang biasa dikenal dengan PILI-Green Network. PILI bermitra dengan FKTAPB sejak Oktober 2020 bersama BKKPN Kupang yang telah membangun kemitraan dengan FKTAPB terlebih dahulu. Kemitraan diawali dengan revitalisasi pengurus forum adat melalui musyawarah adat dan membuat mekanisme baru agar forum dapat melakukan kegiatan dengan baik. Kebutuhan penguatan kelembagaan adat di tingkat tapak diperlukan untuk mendukung akses masyarakat adat dalam pemanfaatan dan pelestarian kawasan perairan.

 

(PILI)

© 2021 Pusat Informasi Lingkungan Indonesia. All Rights Reserved. PILI - Green Network