TFCA UNAND - PILI
Slide item 1

H3 Tag - This is caption of the image!

P Tag - This is description of the image. Vestibulum ante ipsum primis in faucibus orci luctus et ultrices posuere cubilia Curae.

Slide item 2

H3 Tag - This is caption of the image!

P Tag - This is description of the image. Vestibulum ante ipsum primis in faucibus orci luctus et ultrices posuere cubilia Curae.

kami memiliki beberapa project

TFCA UNILA - PILI

TFCA UNAND - PILI

PILI - NESTLE - RPTRA

PILI-NESTLE-RPTRA

Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kelurahan Kebagusan.

Latar Belakang.

Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) adalah tempat dan/atau ruang terbuka yang memadukan kegiatan dan aktivitas warga dengan mengimplementasikan 10 (sepuluh) program Pokok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga untuk mengintegrasikan dengan program Kota Layak Anak. RPTRA berfungsi sebagai taman terbuka publik, wahana permainan dan tumbuh kembang anak, prasarana dan sarana kemitraan Pemerintah Daerah dalam memenuhi hak anak, Ruang Terbuka Hijau, prasarana dan sarana bagi kegiatan PKK, usaha peningkatan pendapatan keluarga, pusat informasi dan konsultasi keluarga, halaman keluarga yang asri teratur indah dan nyaman, serta sistem informasi manajemen.

 Pembangunan RPTRA ini sepenuhnya dibiayai oleh dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari suatu perusahaan yang bertindak sebagai mitra kerja, serta pembangunan akan didampingi oleh lembaga pendamping baik dari perguruan tinggi maupun LSM.  PT Nestle Indonesia menjadi salah satu perusahaan yang membangun RPTRA melalui program Creating Shared Value (CSV)-nya. RPTRA yang akan dibangun berada di Jalan H. Baung III RT 005/02, Kelurahan Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pembangunan RPTRA ini berada di atas lahan yang memiliki luas 1.800 meter persegi dan sudah memiliki 1 (satu) buah bangunan dan lapangan multifungsi. 

 PT Nestle Indonesia sebagai sebuah perusahaan dalam bidang nutrisi, kesehatan dan keafiatan memiliki komitmen untuk menciptakan manfaat bagi masyarakat. Oleh sebab itu, pembangunan RPTRA ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur saja, namun juga pada pendampingan masyarakat di sekitar RPTRA Kebagusan agar keberadaan RPTRA ini dapat berkelanjutan dan membawa dampak baik bagi masyarakat sekitar. PT Nestle Indonesia memiliki visi agar RPTRA yang akan dibangun ini akan bermanfaat bagi masyarakat Kebagusan, khususnya anak-anak sesuai dengan peruntukannya.

 RPTRA yang akan dibangun harus disesuaikan dengan kebutuhan warga dan sesuai dengan peraturan pembangunan RPTRA yang telah diterbitkan yaitu salah satunya Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No 196 tahun 2015 tentang Pedoman Pengelolaan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak. Selain itu, agar sesuai dengan peruntukannya yang ramah anak maka harus memperhatikan 10 hak anak (Konvensi Hak Anak PBB 1989) yang mencakup hak untuk bermain, hak untuk mendapatkan pendidikan, hak untuk mendapatkan nama (identitas), hak mendapatkan status kebangsaan, hak mendapatkan makanan, hak mendapatkan akses kesehatan, hak mendapatkan rekreasi, hak mendapatkan kesamaan dan hak memiliki peran dalam pembangunan.

 Untuk dapat mencapai kesuksesan suatu program dibutuhkan assessment atau kajian terlebih dahulu agar program yang akan dilaksanakan dapat tepat sasaran dan tepat guna, dan setelahnya dilakukan pendampingan agar masyarakat sekitar dapat memahami dengan baik cara pengelolaan dan pemanfaatan RPTRA yang benar. Menyadari pentingnya hal tersebut, maka PT Nestle Indonesia bekerja sama dengan Pusat Informasi Lingkungan Indonesia (PILI-Green Network) akan melaksanakan assessment dalam bentuk pemetaan sosial dan pendampingan masyarakat. Pemetaan sosial akan menjadi acuan dalam menentukan pembangunan dan program-program yang akan dilaksanakan sehingga akan tepat guna.

 

TFCA UNILA - PILI.

Perambahan adalah gejala (symptom), sementara akar masalah (root causes) dari aktivitas kejadian perambahan tersebut sangat kompleks. Berdasarkan pengamatan PILI Green Network yang pernah terlibat dalam kajian perambahan di TNBBS tahun 2009, diperoleh temuan-temuan terkait dengan maraknya perambahan di kawasan TNBBS, yaitu: 1) Tingginya tingkat pertumbuhan penduduk baik akibat tingginya angka kelahiran maupun migrasi menyebabkan kebutuhan terhadap lahan terus meningkat pesat dan pencarian lahan garapan secara agresif juga terus meningkat; 2) Kondisi sosial ekonomi (kemiskinan akibat kelangkaan alternatif pendapatan) masyarakat di sekitar kawasan konservasi; 3) Lemahnya pengelolaan kawasan taman nasional di tingkat lapangan (atau resort) sehingga kawasan terkesan open access dan tak terkendalikan; 4) Manfaat dari keberadaan taman nasional belum dirasakan secara langsung oleh masyarakat sekitar kawasan; 5) Peran instansi-instansi pemerintah yang memiliki tugas pokok dan fungsi pembangunan masyarakat tidak bekerja optimal, terutama di daerah-daerah penyangga kawasan konservasi; 6) Perambahan di TNBBS telah menyebabkan fragmentasi habitat yang sekaligus menurunkan daya survival berbagai jenis satwa langka, dilindungi dan terancam punah yang hidup di kawasan TNBBS. Sehingga pemulihan areal yang dirambah perlu dilakukan dengan secara tepat.

Balai Besar TNBBS sebagai pemegang otoritas pengelolaan kawasan TNBBS memiliki berbagai keterbatasan sehingga tidak akan mampu menangani semua akar masalah tersebut sangat terbatas. Di sisi lain, upaya untuk mempertahankan kelestarian hutan ini, terutama hutan-hutan yang masih memiliki nilai konservasi tinggi – baik dari segi fungsi biodiversity, hidrologi, penyimpan stock karbon, dan lain lain – adalah tanggung jawab semua pihak yang berkepentingan baik pada tingkat local, nasional maupun internasional. Untuk itu, Konsorsium UNILA-PILI menganggap bahwa usulan ini sangat relevan diusulkan kepada TFCA-Sumatera.

Program konsorsium UNILA-PILI kepada TFCA-Sumatera diarahkan untuk menangani beberapa akar masalah yang dianggap mendesak dan memiliki magnitudeterhadap penyelesaian masalah-masalah lainnya. Masalah-masalah yang dimaksud dan intervensinya adalah sebagai berikut: 1) Lemahnya pengelolaan kawasan di tingkat tapak. Masalah ini akan diintervensi melalui penerapan pengelolaan berbasis resort (RBM). Jika frekuensi kehadiran petugas di lapangan tinggi, maka komunikasi dan interaksi petugas dengan masyarakat akan lebih intensif, potensi gangguan akan terdeteksi sejak dini sehinga dapat dicegah tanpa harus menunggu menjadi besar dan sulit ditangani. RBM juga mengarahkan para petugas lapangan melakukan penggalian potensi kawasan yang dapat digunakan untuk pengembangan aspek pemanfaatan kawasan taman nasional bagi masyarakat; 2) Fragmentasi habitat. Masalah bukan termasuk kategori root cause tetapi merupakan masalah yang mendesak untuk ditangani mengingat dampknya telah sangat nyata dirasakan. ini akan diintervensi melalui restorasi yang sedapat mungkin dilakukan melalui skema restorasi berbasis masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan rasa memiliki dari masyarakat terhadap kawasan taman nasional. Pelaksanan restorasi berbasis masyarakat ini juga akan dipromosikan sebagai upaya peningkatan stock karbon hutan, sehingga masuk sebagai elemen kelima dari kerangka kerja REDD+, yaitu enhancement carbon stock; dan 3) Minimnya nilai manfaat langsung keberadaan kawasan bagi masyarakat. Masalah ini akan diintervensi melalui pengembangan potensi jasa ekosistem, terutama pemanfaatan landscape beauty melalui skema community based ecotourism. Selain potensi ekowisata, potensi-potensi lain (air/HHBK/potensi sumberdaya local di daerah penyangga) juga akan ditelaah dan dikembangkan dalam kerangka pemberdayaan ekonomi lokal.

 

TFCA UNAND - PILI

Lorem Ipsum adalah contoh teks atau dummy dalam industri percetakan dan penataan huruf atau typesetting. Lorem Ipsum telah menjadi standar contoh teks sejak tahun 1500an, saat seorang tukang cetak yang tidak dikenal mengambil sebuah kumpulan teks dan mengacaknya untuk menjadi sebuah buku contoh huruf. Ia tidak hanya bertahan selama 5 abad, tapi juga telah beralih ke penataan huruf elektronik, tanpa ada perubahan apapun. Ia mulai dipopulerkan pada tahun 1960 dengan diluncurkannya lembaran-lembaran Letraset yang menggunakan kalimat-kalimat dari Lorem Ipsum,

Login Form

Pengunjung Kami

207143
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
49
84
379
206254
1709
2691
207143
Your IP: 54.161.108.158
2017-11-23 09:00