Konsorsium OIC dan PILI Green Network

PILI Green Network bekerjasama dengan UNDP - Sumatran Tiger Project

 

 

Kawasan konservasi di bentang Sumatra memiliki berbagai isu terkait konservasi hutan dan keanekaragaman hayati, isu-isu tersebut antara lain mencakup pengelolaan yang lemah, koordinasi lembaga yang lemah, alokasi sumber daya yang belum efisien (baik sumber daya manusia maupun pendanaan) serta terbatasnya kegiatan monitoring. Program Global Environmental Fund (GEF) mencoba melakukan konsolidasi strategi sukses berbasis site yang telah dikembangkan dan ditingkatkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan mitra (NGO) di lanskap area konservasi di Sumatra melalui realisasi kegiatan mitra secara penuh. Yayasan Pusat Informasi Lingkungan Indonesia (PILI-Green Network) sebagai mitra yang terpilih oleh UNDP Sumatran Tiger Project akan melaksanakan serangkaian kegiatan pelatihan, evaluasi dan penyusunan hasil proses pembelajaran. Program ini berfokus di 4 lanskap STP yaitu di Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Berbak Sembilang, Taman Nasional Kerinci Seblat dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Tema pelatihan di masing-masing Taman Nasional berbeda tergantung dari kebutuhan dan kesepakatan bersama dengan pihak Taman Nasional terkait.

 

 

 

 

 

                                                                 PILI Green Network dan Crop Life Indonesia

 

                                                                               

 

 

 Pengelolaan di tingkat tapak telah dilakukan melalui pembentukan Unit Pelaksana Teknis sejak tahun 1980-an. Saat ini unit pengelola yang didukung sepenuhnya oleh Ditjen KSDAE dan para mitra berupaya untuk terus meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi.

Usulan rencana pengelolaan kolaboretif (CMP) di Taman Nasional Way Kambas adalah upaya kerja sama untuk mengembangkan rencana pengelolaan hutan partisipatif guna mendukung peningkatan capaian target konservasi yang terintegrasi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan TNWK.

Dalam mengimplementasikan dokuemn kolaboratif ini PILI dengan dukungan dana dari CROP LIFE Indonesia akan mengembangkan pendampingan di dua desa prioritas untuk tahun pertama. Selebihnya sinergi program dengan para pihak akan dilihat kembali untuk mencapai tujuan bersama.

Tujuan kegiatan kerjasama ini bertujuan untuk :

  1. Mengembangkan kegiatan pemberdayaan masyarakat di desa penyangga TN Way Kambas khususnya di desa Brajaharjosari dan desa Rantau Jaya Udik II yang secara langsung maupun tidak berkontriusai terhadap pengelolaan kawasan konservasi.
  2. Mendukung perbaikan pengelolaan kawasan konservasi di tingkat tapak (UPT) untuk peningkatan kapasitas resor dalam mengembangkan konsep kemitraan dengan masyarakat sekitar dengan praktik konservasi terbaik.
  3. Mendukung penguatan kelembagaan masyarakat dan desa dalam program kemitraan dengan kegiatan kolaboratif resor dan desa atau kelompok masyarakat.
  4. Membatu UPT menuliskan dan menyebarkan praktek terbaik pembelajaran tingkat tapak baik kemitraan resor dan desa.

Adapun kegiatan yang akan dilakukan pendampingan dan pelatihan kelola tingkat tapak kepada resor, program peningkatan kapasitas untuk pelaksanaan kegiatan kemitraan bagi desa ataupun kelompok masyarakat.

 

 

 

 

 

PILI Green Network dan Kelompok Pelestari Hutan Pesanguan.

 

Restorasi yang berbasis masyarakat telah dimulai sejak 2012 silam, bertumpu pada kerja bersama masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Pelestari Hutan Pesanguan (KPHP), hutan di kawasan resort way nipah Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) sudah mulai kembali hijau setelah bertahan dari gempuran perambahan. Berpengalaman melakukan penanaman dan perawatan selama 5 tahun, anggota KPHP telah akrab dengan berbagai jenis tanaman restorasi.

Karena kemampuan dan pengalaman tersebut, PILI Green Network dengan Kelompok Pelestari Hutan Pesanguan (KPHP) bekerjasama melakukan kelanjutan program restorasi hutan secara mandiri dengan luasan 5 ha di resort way nipah taman nasional bukit barisan selatan (TNBBS), yang didukung oleh WWF Russel E train Education for Nature Program.

 

 

 

 

 

Rencana Pengelolaan Kolaboratif Taman Nasional Way Kambas

 

            

 

 

Konsorsium Yayasan Orangutan Sumatera Lestari – Orangutan Information Center (OIC) dan Yayasan Pusat Informasi Lingkungan Indonesia (PILI – Green Network) dipilih dan ditunjuk oleh ACB (ASEAN Center for Biodeversity) sebagai pelaksana penyusunan dokumen CMP (collaboratif management plant), masing-masing di Taman Nasional Gunung Leuser oleh OIC dan Taman Nasional Way Kambas oleh PILI Green Network.

Taman Nasional Way Kambas (TNWK) secara resmi ditetapkan menjadi ASEAN Heritage Parks ke 36 pada tanggal 27 juli 2016. Program ASEAN Heritage Parks (AHPs - Taman Nasional Warisan ASEAN) bertujuan untuk menyelaraskan konservasi keanekaragaman hayati dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan yang menjadi AHPs. Program ini dilaksanaka oleh ACB sebagai sekertariat AHP, dengan dukungan dari Kreditanstalt fur Wiederaufbau (Kerjasama keuangan Jerman - KfW).

Tujuan umum penyusunan dokumen CMP adalah untuk memperkuat sistem pengelolaan taman nasional yang efektif dan efisien dengan mengembagkan rencana pengelolaan kolaboratif selama lima tahun (2018 – 2023). Dokumen ini mengintegrasikan rencana pengelolaan taman nasional yang ada dengan berbagai perencanna, aspirasi dan komitmen dari para pemangku kepentingan terkait.

Proses perencanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang dibangun melalui proses-proses konsultasi bersama pemangku kepentingan. Selain rencana umum pengelolaan, TNWK telah menyusun rencana kegiatan tematik diantaranya, rencana pemulihan ekosistem, rencana awal pengembangan wisata alam berupa desain tapak dikawasan PLG, resort way kanan, dan derah gerbang utama plang ijo, serta rencana pemberdayaan masyarakat daerah penyangga.

 

 

 

 

 

Login Form

Pengunjung Kami

251034
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
66
149
943
249142
1978
4262
251034
Your IP: 54.221.147.93
2018-12-15 20:26