Harmoni Alam Situgunung

Sukabumi, 11 Maret 2020. Situ Gunung salah satu pintu masuk wisata Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) yang secara kewilayahan merupakan wilayah kerja Resort PTN Situgunung, Seksi PTN Wilayah IV Situgunung, Bidang PTN Wilayah II Sukabumi.

Cerita ini kita awali dari sebelah barat Resort Situgunung. Potensi alam yang dimiliki luar biasa indah, berupa hutan hujan tropis yang mengelilingi danau Situgunung. Air terjun Cimanaracun turut menambah indahnya suasana yang bersinergis dengan keanekaragaman hayatinya khas hujan tropis. Keindahan fenomena alam ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk berkunjung ke destinasi wisata yang satu ini. Beragam kegiatan dapat dilakukan antara lain, foto pra wedding, shooting, outing, camping, penelitian, pendidikan, ataupun sekedar menikmati suasana danau yang dapat menyejukan mata.

Danau seluas 3,5 ha ini memiliki keunikan tersendiri berada di ketinggian 1.100 m dpl, airnya bening dihiasi biota air yang khas. Pohon damar, tanaman Perum Perhutani tahun 1940-an terlihat “kokoh” di sepanjang jalan menuju kompleks danau. Di sebelah utara danau kita dapat menikmati hutan dengan berbagai jenis pohon asli, beberapa jenis diantaranya, puspa (Schima wallichii), rasamala (Altingia excelsa), huru (Persea spp.), dan masih banyak jenis lainnya.

Agak ke timur kita akan sampai di Curug Sawer yang memiliki keindahan yang khas ketinggiannya ± 40 meter, dihiasi dinding bekas aliran lava vulkanik ratusan tahun yang lalu. Dinding air terjun yang ditumbuhi lumut kerak yang khas menambah keindahan kompleks air terjun ini. Sehingga tidak mengherankan bila Curug Sawer banyak digandrungi pengunjung dari mulai anak-anak dan dewasa bahkan para manula, sensasi nya itu lho....coba yuuuuks....

Sebelum sampai ke Curug Sawer dapat dinikmati keindahan kanopi hutan dari jembatan gantung (Suspension Bridge). Tidak jauh dari jembatan kita akan dimanjakan view Glamping Camp Site, yang merupakan sajian khusus bagi para penikmat alam di kesunyian, pengunjung dimanjakan dan dilayani, serasa menginap di hotel bintang lima, 70 meter dari Glamping Camp Site akan melewati Jembatan Gantung Situgunung “Suspension Bridge”.

Jembatan Gantung Situgunung “Suspension Bridge” dibuat sebagai sarana edukasi konservasi alam, pengamatan flora maupun fauna yang ada di sepanjang jembatan. Panjang Jembatan Gantung Situgunung “Suspension Bridge” ini 243 meter dan tingginya 127 meter, membuat pacuan adrenalin kita terpacu, sehingga jantung pun semakin sehat, peredaran darah lancar, pada ketinggian ini kita dapat mengati tajuk pohon dan warna warni daun jenis pepohonan beserta jenis fauna yang hidup di dalamnya.

Sajian kuliner di Balcony Resto dan Theater Damar, tersedia menjelang Jembatan Gantung Situgunung “Suspension Bridge”. Di sini kita dapat menikmati aneka sajian kopi, makan, dan snack untuk santai sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju bagian Selatan Situgunung. Perjalanannya pasti seru kawan, melelahkan namun menyenangkan.....

Bagian Selatan Situgunung terdapat Pusat Informasi Ekowisata Situgunung, sebelumnya kita melewati camp site atau Bumi Perkemahan (Buper) Bagedor, Bungbuai, Harendong, dan Tepus. Keempat Buper itu merupakan bumi perkemahan alami, boleh membawa tenda sendiri atau menyewa dari penyewaan tenda sekitar. Menarik sekali kan perjalanan wisata di Situgunung, kepoin ya kawan, anda akan merasa aman dan nyaman......

Ayooo datanglah ke Situgunung.... Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Salam Lestari....

Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Teks: Asep Suganda – Polisi Kehutanan
Dok: Randi

© 2020 Pusat Informasi Lingkungan Indonesia. All Rights Reserved. PILI - Green Network