Pembukaan acara Konsultasi Publik oleh Wakil Bupati Nabire terpilih (22/11/2021).

Dinas Lingkungan Hidup Nabire Lakukan Penilaian dan Pengusulan KEE

Nabire (20/11) – Dinas Lingkungan Hidup Nabire (DLH Nabire) merupakan dinas yang menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang lingkungan hidup di Kabupaten Nabire. Salah satu tupoksi DLH Nabire adalah perumusan kebijakan teknis di bidang lingkungan hidup. Kebijakan teknis yang tengah disiapkan adalah penilaian dan pengusulan kawasan ekosistem esensial (KEE)[1] di bentang alam Nabire.

Untuk mewujudkannya, DLH Nabire telah membentuk tim pelaksana yang ditetapkan oleh SK Kepala DLH Nabire No. 010/DLH/SK/XI/2021 yang didukung oleh pemangku kepentingan di Nabire. Kegiatan diawali dengan pertemuan perdana pada 11 November 2021 di Hotel Mahavira. Acara tersebut dihadiri 48 undangan dari perwakilan dinas terkait di Nabire, Dewan Adat Papua, Lembaga Masyarakat Adat, universitas, LSM, perusahaan, dan kepala kampung. Kegiatan ini sebagai media sosialisasi untuk mendapatkan pandangan serta dukungan data dan informasi dalam penyusunan dokumen. Acara ini merupakan bagian dari agenda BBKSDA Papua untuk kegiatan Inventarisasi dan Verifikasi Kawasan Bernilai Keaneakragaman Hayati Tinggi (KBKT) di Yurisdiksi Nabire.

peserta KP 11

Foto bersama dari kiri ke kanan Wakil etua DAP, BMA, LMA, Wakil Bupati Nabire, Kepala DLH, PII, BBKSDA Papua, dan PILI.

peserta KP

Peserta KP InVer KBKT & KEE Nabire.

imgonline com ua compressed 1hgROE7DqW

Direktur PILI Iwan Setiawan memberi masukan dan tanggapan.

Saat ini tim pelaksana telah menyiapkan draf dokumen penilaian dan pengusulan KEE, yang selanjutnya akan diminta masukan serta pandangan melalui konsultasi publik. Kegiatan konsultasi publik berlangsung di aula pertemuan Sekda Pemkab Nabire pada 22 November 2021. Penyelenggaraan kegiatan ini bersamaan dengan konsultasi publik untuk penyampaian hasil inventarisasi dan verifikasi KBKT di yurisdiksi Nabire. Dua kegiatan tersebut mendapatkan dukungan teknis pelaksanaan dari PILI Green Network, Goodhope Asia Holdings, dan Yayasan Inisiatif Indonesia Hijau (IDH).

Menurut penuturan Yohannes H. Yose Renyaan, Ketua Tim Pelaksana dari DLH Nabire, kegiatan ini sebagai kelanjutan dan kesepakatan pertemuan perdana pada tanggal 11 November 2021 di Hotel Mahavira. Lanjutnya lagi, ”penilaian dan pengusulan ini merujuk pada penapisan hasil kegiatan inventarisasi kawasan bernilai keanekargaman hayati tinggi di yurisdiksi Nabire” yang dipimpin tim BBKSDA Papua.

Onesimus Bonay selaku Kepala DLH Nabire menjelaskan bahwa dokuman ini sejalan dan mendukung kebijakan di tingkat nasional target pengusulan KEE, Rencana Pertumbuhan Hijau, rencana aksi daerah untuk mitigasi gas rumah kaca (RAD-GRK) serta Strategi dan Rencana Aksi Provinsi Papua untuk implementasi REDD+ (SRAP REDD+).

imgonline com ua compressed xTTS7RYiza

Pemaparan dokumen InVer KBKT Nabire.

imgonline com ua compressed ZjTfFTKSEdEwUCjc

Penutupan oleh Kepala Dinas LH Nabire Onesimus Bonay.

imgonline com ua compressed NSr11AqrdKoX8

Foto bersama peserta Konsultasi Publik.

 

“Kami sangat menyambut baik dan mendukung kegiatan ini,” tutur La Ode Akhyar dari BBKSDA Papua serta Eddy Lukman dari BAPPEDA Nabire. Lebih khusus tutur Herman Sayori, Ketua Dewan Adat Papua, ”kegiatan ini dapat memperkuat ketahanan hak ulayat adat di bentang alam Kabupaten Nabire”.

Nantinya kegiatan penilaian dan pengusulan KEE menjadi bagian penting dan dasar pijakan pembangunan ekonomi hijau di Kabupaten Nabire, tutur Eddy Lukman. Saat ini, BAPPEDA tengah menyusun strategi dan rencana aksi pembangunan ekonomi hijau (SRAK-PEH) di Kabupaten Nabire. SRAK-PEH menjadi panduan pemangku kepentingan di Nabire untuk menciptakan keseimbangan antara upaya peningkatan produktivitas usaha (production), perlindungan hutan dan konservasi (protection), serta meningkatkan pendapatan petani dan masyarakat (inclusion) dalam rantai pasok komoditas skala global.

Selanjutnya dokumen ini akan disampaikan kepada Bupati untuk mendapatkan penetapannya. Berharap dalam waktu dekat segera tersusun dan terlaksana rencana aksi pengelolaan KEE di Nabire.

 

[1] KEE adalah adalah ekosistem di luar Kawasan Suaka Alam dan/ atau Kawasan Pelestarian Alam yang mempunyai nilai penting yang secara ekologis menunjang kelangsungan kehidupan melalui upaya konservasi keanekaragaman hayati untuk kesejahteraan masyarakat dan mutu kehidupan manusia tanpa mengubah status kawasan.

 

Kontak Media

Andrea Aditya Widhyanto

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Phone: 0812-9517-2432

© 2021 Pusat Informasi Lingkungan Indonesia. All Rights Reserved. PILI - Green Network