Erin, gajah kecil yang selamat dari jebakan pemburu. Foto: Nieko/PILI

Nama Gajah Kecil Itu Erin

Kisah gajah betina Erin sempat viral pada 2016 lalu. Gajah nahas itu kini tinggal di Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

Agaknya kisah Erin patut dikenang untuk mengingatkan pentingnya konservasi gajah sumatra.

Sekadar mengingatkan, sekitar 5 tahun lalu, Tim Elephant Rescue Unit (ERU) menemukan Erin di Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Susukan Baru.

Saat ditemukan, ia sedang sendirian, badannya kurus dan kurang gizi.

Yang lebih memprihatinkan, kondisi belalainya buntung. Tim menduga Erin menjadi korban jerat pemburu ilegal di TNWK.

Bayi gajah yang saat ditemukan berusia setahun itu langsung dirawat di Rumah Sakit Gajah Prof. Dr. Ir. H. Rubini Atmawidjaya di Pusat Latihan Gajah (PLG) Way Kambas.

Lantaran terjerat oleh jebakan pemburu, belalai Erin terpotong menjadi sekitar 60 cm. Akibatnya, Erin sulit makan karena belalainya cacat. Agar bisa makan, pawang harus telaten menyuapi Erin.

Belalai merupakan organ penting bagi gajah. Tak hanya sebagai 'tangan', belalai juga berfungsi indra penciuman, bernapas dan minum.

Erin dan pengasuhnya di PLG. Foto: Nieko/PILI

Kini kondisi Erin sudah membaik. Gajah yang menginjak usia tujuh tahun ini sehat dan bobotnya sudah 500 kg lebih.

Kabar baiknya, sekarang Erin sudah bisa makan sendiri. Erin hidup bahagia bersama gajah-gajah di PLG.

Gajah-gajah di PLG disiapkan untuk mencegah konflik di desa penyangga taman nasional.

Di desa yang berbatasan dengan hutan taman nasional, interaksi antara manusia dan hewan liar memang kerap terjadi. Namun, interaksi tersebut sifatnya saling merugikan bagi manusia dan satwa liar. Tak terkecuali antara gajah dengan warga di desa-desa penyangga Way Kambas.

Untuk memitigasi konflik, pihak taman nasional membentuk unit penyelamat gajah atau ERU. Tim ini pula yang menemukan dan menyelamatkan gajah Erin tadi.

Tim ERU terdiri dari gajah-gajah jinak terlatih dan sejumlah mahout. Tim ERU mengerahkan gajah jinak dengan arahan mahout, untuk menggiring kawanan gajah liar yang merangsek ke pemukiman kembali ke hutan.

Bisa dibilang, gajah-gajah jinak itulah yang bertindak sebagai penengah antara manusia dan gajah liar.