Mengenal TNP Laut Sawu, Salah Satu Segitiga Karang Dunia di Indonesia

Ada berbagai macam kawasan konservasi di Indonesia. Salah satunya adalah Taman Nasional Perairan (TNP). Berbeda dengan Taman Nasional (TN) dan Taman Nasional Laut (TNL) yang berada di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehuhatan (KLHK), TNP sebagai salah satu tipe kawasan konservasi perairan dibawahi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Salah satunya adalah TNP Laut Sawu di Nusa Tenggara Timur (NTT). Laut Sawu terletak di Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia dan berbatasan langsung dengan wilayah pesisir barat Timor Leste.

Laut Sawu berperan dalam pembangunan di NTT karena hampir sebagian besar Kabupaten/Kota di sana sangat tergantung pada Laut Sawu. Lebih dari 65% potensi lestari sumber daya ikan di NTT disumbang oleh Laut Sawu.

Lalu, jika Anda pernah mendengar istilah segitiga terumbu karang dunia atau segitiga karang (Coral Triangle), Laut Sawu termasuk di dalamnya.

Segitiga karang sendiri merupakan istilah geografis untuk menyebut wilayah perairan yang menyimpan potensi laut yang luar biasa, setidaknya menjadi habitat bagi lebih dari 500 jenis terumbu karang dan 3.000 jenis ikan.

Segitiga karang meliputi enam negara yaitu Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste. Jika ditarik garis batas yang melingkupi wilayah terumbu karang dari keenam negara tersebut akan menyerupai segitiga.

Sebagai bagian dari segitiga karang dunia, tentunya Laut Sawu memiliki potensi laut yang tinggi. TNP Laut Sawu dikelola sebagai bank penyedia telur dan larva ikan, tempat pembaruan, dan penambahan stok ikan di wilayah konservasi.

Lumba-lumba di Laut Sawu (via Media Indonesia)

Laut Sawu juga menjadi surganya mamalia laut. Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang Ikram Sangadji menyebut wilayah tersebut sebagai surga bagi paus, lumba-lumba, dan Cetacea.

"Perairan NTT, khususnya Laut Sawu, itu menjadi perairan yang subur dan dijadikan tempat mencari makan dan beristirahat bagi lumba-lumba, paus, dan jenis Cetacea lainnya," kata Ikram.

Selain menyediakan sumber makanan, Laut Sawu juga menjadi tempat perlintasan bagi 31 jenis mamalia laut yang terdiri dari 18 spesies paus, 12 spesies lumba-lumba, dan 1 spesies dugong. Perairan ini juga menjadi rumah bagi berbagai jenis ikan, misalnya kerapu, napoleon, hiu, pari manta, ikan kakatua, dan tuna sirip kuning. 

TNP Laut Sawu terbagi dalam dua wilayah yaitu Wilayah Perairan Selat Sumba dan sekitarnya (557.837,40 Ha) dan Wilayah Perairan Tirosa-Batek dan sekitarnya (2.797.515,42 Ha) sehingga luas totalnya menjadi lebih dari 3,5 juta hektar.

Sebagai kawasan konservasi, TNP Laut Sawu bisa menjadi basis penangkapan ikan secara berkelanjutan dan mendukung perlindungan keanekaragaman hayati laut.

 

Sumber:

Darilaut.id. 2018, 7 September. Identifikasi Larva Ikan di Laut Sawu.

Diakses pada 28 Agustus 2020 (https://darilaut.id/tips-dan-trip/identifikasi-larva-ikan-di-laut-sawu#:~:text=Kawasan%20perairan%20Laut%20Sawu%20merupakan,sirip%20kuning%20(Thunus%20albacores).)

Icctf.or.id. 2020, Juni 10. Selamat Hari Segitiga Terumbu Karang!

Diakses pada 27 Agustus 2020 (https://www.icctf.or.id/2020/06/10/selamat-hari-segitiga-terumbu-karang/)

Kompas.com. 2009, 29 Juni. Laut Sawu Masuk Kawasan Segitiga Emas Karang Dunia.

Diakses pada 27 Agustus 2020 (https://sains.kompas.com/read/2009/06/29/15595531/laut.sawu.masuk.kawasan.segitiga.emas.karang.dunia)

Kkp.go.id. Profil Kawasan Konservasi Perairan Nasional Taman Nasional Perairan Laut Sawu dan Sekitarnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Diakses pada 27 Agustus 2020 (https://kkp.go.id/djprl/bkkpnkupang/page/352-profil-tnp-laut-sawu#:~:text=Penetapan%20TNP%20Laut%20Sawu%20dilaksanakan,.515%2C42%20Ha).)

Republika.co.id. 2020, 23 Juli. Perairan Laut Sawu Jadi Surga Bagi Paus.

Diakses pada 27 Agustus 2020 (https://republika.co.id/berita/qdwu2h335/perairan-laut-sawu-jadi-surga-bagi-paus)

 

© 2020 Pusat Informasi Lingkungan Indonesia. All Rights Reserved. PILI - Green Network