Info Terkini
Slide item 1

Workshop Bersama Mitra Dari TNBBS

Workshop Penguatan Pengelolaan Kawasan Konservasi

Slide item 2

Workshop Bersama Mitra Dari TNBBS

Workshop Penguatan Pengelolaan Kawasan Konservasi.

Slide item 3

Pelatihan Pengenalan Jenis Tanaman Restorasi

Pengenalan ini penting, terutama mengenali jenis apa saja dan juga indukan sebagai sumber bibit untuk kegiatan restorasi selanjutnya. PILI bekerjasama dengan KPHP (Kelompok Pelestari Hutan Pesanguan).

Slide item 4

Pelatihan Pengenalan Jenis Tanaman Restorasi

Pengenalan ini penting, terutama mengenali jenis apa saja dan juga indukan sebagai sumber bibit untuk kegiatan restorasi selanjutnya. PILI bekerjasama dengan KPHP (Kelompok Pelestari Hutan Pesanguan)

Slide item 5

Collaborative Managament Plant

Sosialisasi, koordinasi dan lokakarya collaborative management plant Taman Nasional Gunung Lueser. Medan, 19 - 20 april 2018

Slide item 6

Collaborative Managament Plant

Sosialisasi, koordinasi dan lokakarya collaborative management plant Taman Nasional Gunung Lueser. Medan, 19 - 20 april 2018.

 

Gubernur Lampung yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Sutono, membuka Workshop Penguatan Pengelolaan Kawasan Konservasi TNBBS dan TNWK melalui Pemutakhiran Data Kerja Internal dan Mitra, di Hotel Amalia, 30-31 Oktober 2017.

Sutono, dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa membangun hutan harus bersama rakyat. Saat ini momentum yang tepat dalam membangun hutan konservasi, karena Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE) adalah betul-betul orang lapangan. Penguasaan lapangan adalah hal penting dalam pengelolaan kawasan konservasi.

“Terdapat tiga Pilar Konservasi yaitu Perlindungan, Pengawetan dan Pemanfaatan. Saat ini pilar ketiga pemanfaatan harus lebih mendapat perhatian, sehingga kawasan konservasi memberikan keberkahan, khususnya bagi rakyat Lampung,” ungkap Sutono dalam sambutan pembukaannya.

Pemimpin adalah pemberi contoh dan panutan bagi seluruh staf. Hal ini harus menjadi pegangan seluruh Kepala Balai Taman Nasional dalam memimpin organisasi yang mengelola kawasan konservasi, tegas Wiratno, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Komunikasi menjadi kunci sukses dalam koordinasi antar pihak di daerah. Selanjutnya penguasaan lapangan menjadi kewajiban yang harus dimiliki oleh seluruh Kepala Balai,” ungkap Dirjen KSDAE, Wiratno. 

Sumber

 sutono buka workshop penguatan pengelolaan kawasan konservasi - translampung

Login Form

Pengunjung Kami

227732
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
113
99
875
225769
2490
4001
227732
Your IP: 54.196.110.222
2018-05-20 17:23