Info Terkini
Slide item 1

Workshop Bersama Mitra Dari TNBBS

Workshop Penguatan Pengelolaan Kawasan Konservasi

Slide item 2

Workshop Bersama Mitra Dari TNBBS

Workshop Penguatan Pengelolaan Kawasan Konservasi.

Slide item 3

Pelatihan Pengenalan Jenis Tanaman Restorasi

Pengenalan ini penting, terutama mengenali jenis apa saja dan juga indukan sebagai sumber bibit untuk kegiatan restorasi selanjutnya. PILI bekerjasama dengan KPHP (Kelompok Pelestari Hutan Pesanguan).

Slide item 4

Pelatihan Pengenalan Jenis Tanaman Restorasi

Pengenalan ini penting, terutama mengenali jenis apa saja dan juga indukan sebagai sumber bibit untuk kegiatan restorasi selanjutnya. PILI bekerjasama dengan KPHP (Kelompok Pelestari Hutan Pesanguan)

Bandarlampung (ANTARA News) - Pemerintah Pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mendukung Provinsi Lampung sebagai percontohan pengelolaan kawasan konservasi nasional. 

"Lampung memiliki Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan Taman Nasiona Way Kambas sehingga berpeluang jadi konservasi hutan dan alam," kata Direktur Jendral Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wiratno, di Bandarlampung, Senin.



Ia menyebutkan, apabila dikelola dengan baik, konservasi kedua taman nasional tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat. 

Menurutnya, konservasi sebagai solusi untuk pemanfaatan alam yang berkelanjutan dan memperhatikan kelestarian, serta memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Sutono mengatakan mengelola kawasan hutan perlu banyak dukungan, sehingga membangun kerja sama dengan para pihak sangat penting untuk membantu pengelolaannya. 

"Hadirnya petugas lapangan dan sinergitas para pihak menjadi sebuah bentuk interaksi sosial yang berkontribusi positif pada kelestarian hutan," kata Sutono yang juga mantan Kadis Kehutanan Provinsi Lampung itu.

Menurutnya, konsep pengelolaan yang membawa berkah, melibatkan masyarakat, mitra, dan pemerintah daerah. 

Ia menjelaskan pengelolaan kawasan konservasi sebaiknya melibatkan pemerintah daerah, melalui sinergitas dan program penguatan pengelolaan antarlembaga, memaksimalkan pengelolaan kekayaan hutan dan alam yang lebih baik.

"Selama ini pengelolaan kawasan hutan baru sebatas pemanfaatan hutan sosial. Tetapi, konservasi dapat memanfaatkan kekayaan hutan secara langsung, seperti pemanfaatan sumber genenetika (genetic resouces)," kata Sutono.

Sumber:

Antaranews.com

Login Form

Pengunjung Kami

224610
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
36
147
432
223277
3369
4843
224610
Your IP: 54.80.103.120
2018-04-25 08:30