Penyusunan SRAK biawak komodo

Saat ini BBKSDA NTT, BTN Komodo, KSP , PILI green network, pemda NTT sedang menyusun STRATEGI DAN RENCANA AKSI KONSERVASI BIAWAK KOMODO (Varanus komodoensis) periode 2020-2030. Kegiatan ini dimulai dengan kick off meeting pada bulan Oktober 2019 di Kupang dan dilanjutkan dengan konsinyasi data di Kantor BKSDA kupang, pada 14 Februari 2020. Setelahnya dilanjutkan konsinyasi data dan juga konsultasi publik pada bulan 19 Februari di Labuan bajo.

srak 2

sarak 3

Biawak komodo (Varanus komodoensis) merupakan salah satu satwa endemik Indonesia yang paling dikenal masyarakat dunia. Biawak ini oleh penduduk asli Pulau Komodo juga disebut dengan nama setempat ora. Satwa yang memiliki morfologi dan ukuran tubuh yang besar ini, menjadikan biawak komodo sebagai kadal terbesar yang masih hidup dan merupakan salah satu reptil paling terkenal di dunia.

Sejauh ini, sebaran dan populasi biawak komodo hanya terbatas di pulau-pulau di dalam kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) dan sebagian kecil daratan flores. Lima populasi pulau terdapat di Pulau Komodo, Rinca, Padar, Nusa Kode (Gili Dasami), dan Gili Motang di kawasan TNK dan di Flores. Di Flores tercatat biawak komodo di tiga kawasan Cagar Alam Wae Wuul, Wolo Tado, dan Riung, serta di Taman Wisata Alam 17 Pulau, tepatnya di pulau Ontoloe. Kawasan TNK ditetapkan sebagai taman nasional tahun 1980, sebelumnya telah mendapat predikat cagar manusia dan biosfer (Man and Biosphere Reserve) pada tahun 1977 serta ditetapkan sebagai situs warisan dunia (World Heritage Site) dari UNESCO pada tahun 1991.

SRAK 4

Atas pertimbangan tersebut, upaya untuk membangun kesepahaman dan kesepakatan bersama antara pemangku kepentingan baik di tingkat pusat maupun di daerah menjadi kunci keberhasilan upaya konservasi biawak komodo. Kesepakatan tersebut perlu tertuang dalam suatu dokumen nasional yang menjadi acuan bersama, dalam mencapai target dan sasaran yang sama, dalam jangka waktu yang disepakati bersama, untuk tujuan upaya pelestarian biawak komodo ini.

© 2020 Pusat Informasi Lingkungan Indonesia. All Rights Reserved. PILI - Green Network