Kajian Ekologi di Restorasi Hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan

RESTORASI untuk memulihkan ekosistem hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan yang terdegradasi. Untuk kawasan konservasi, pemulihan ekosistem hutan dilakukan dengan menanam spesies tumbuhan asli Bukit Barisan Selatan. Sebelum melakulan Restorasi, kajian ekologi dilakukan di calon area restorasi sekincau dan ulubelu gunanya untuk ground cek kekayaan aneka ragam hayati.

Penyusunan SRAK biawak komodo

Saat ini BBKSDA NTT, BTN Komodo, KSP , PILI green network, pemda NTT sedang menyusun STRATEGI DAN RENCANA AKSI KONSERVASI BIAWAK KOMODO (Varanus komodoensis) periode 2020-2030. Kegiatan ini dimulai dengan kick off meeting pada bulan Oktober 2019 di Kupang dan dilanjutkan dengan konsinyasi data di Kantor BKSDA kupang, pada 14 Februari 2020. Setelahnya dilanjutkan konsinyasi data dan juga konsultasi publik pada bulan 19 Februari di Labuan bajo.

Inisiasi Konservasi dan Pengelolaan berkelanjutan di Luar Kawasan Konservasi melalui Kawasan Ekosistem Esensial

PILI Bersama dengan CEPF – Burung Indonesia sedang melakukan penilaian dan pengusulan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) di Wallacea. Ada 4 lokasi yang akan dinilai dan diusulkan yakni Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah; Pulau Flores, NTT; Komplek Danau Malili, Sulawesi Selatan; dan Pulau Buano, Maluku. Kegiatan ini telah dimulai dari bulan September 2019 dengan beberapa tahapan Pengusulan sesuai dengan Pedoman Perlindungan KEE yang telah dibuat oleh Dirjen KSDAE, KLHK tahun 2018 yang disesuaikan dengan inisiasi dari pemerintah daerah.

Page 1 of 5

© 2020 Pusat Informasi Lingkungan Indonesia. All Rights Reserved. PILI - Green Network