Home
Slide item 3

Pelatihan Pengenalan Jenis Tanaman Restorasi

Pengenalan ini penting, terutama mengenali jenis apa saja dan juga indukan sebagai sumber bibit untuk kegiatan restorasi selanjutnya. PILI bekerjasama dengan KPHP (Kelompok Pelestari Hutan Pesanguan).

Slide item 4

Pelatihan Pengenalan Jenis Tanaman Restorasi

Pengenalan ini penting, terutama mengenali jenis apa saja dan juga indukan sebagai sumber bibit untuk kegiatan restorasi selanjutnya. PILI bekerjasama dengan KPHP (Kelompok Pelestari Hutan Pesanguan)

Slide item 5

Collaborative Managament Plant

Sosialisasi, koordinasi dan lokakarya collaborative management plant Taman Nasional Gunung Lueser. Medan, 19 - 20 april 2018

Slide item 6

Collaborative Managament Plant

Sosialisasi, koordinasi dan lokakarya collaborative management plant Taman Nasional Gunung Lueser. Medan, 19 - 20 april 2018.

Slide item 7

FGD PILI dengan pihak Taman Nasional Way Kambas

Diskusi Collaborative Managent Plant, antara PILI dengan pihak Taman Nasional Way Kambas dan jajarannya.

Slide item 8

FGD PILI dengan pihak Taman Nasional Way Kambas

Diskusi Collaborative Managent Plant, antara PILI dengan pihak Taman Nasional Way Kambas dan jajarannya.

Slide item 9

PILI Green Network dan Kelompok Pelestari Hutan Pesanguan (KPHP)

Pembuatan demplot oleh Kelompok Pelestari Hutan Pesanguan untuk pembibitan sebanyak 5000 bibit, dari 25 jenis tanaman yang akan ditanami diarea seluas 5 Ha.

Slide item 10

PILI Green Network dan Kelompok Pelestari Hutan Pesanguan (KPHP)

Pembuatan demplot oleh Kelompok Pelestari Hutan Pesanguan untuk pembibitan sebanyak 5000 bibit, dari 25 jenis tanaman yang akan ditanami diarea seluas 5 Ha..

Slide item 11

Diskusi Input Dokumen Rencana Pengelolaan Kolaboratif Taman Nasional Way Kabas

Diskusi ini diadakan di Swiss BelHotel, Bandar Lampung pada tanggal 26 mei 2018.Di hadiri oleh berbagai pihak diantaranya Plt. Asisten III Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Taufik Hidayat, Kepala Dinas Kehutanan, Syaiful Basri dan Direktur Pusat Informasi Lingkungan Indonesia (PILI), Iwan Setiawan.

Slide item 12

Diskusi Input Dokumen Rencana Pengelolaan Kolaboratif Taman Nasional Way Kabas

Diskusi ini diadakan di Swiss BelHotel, Bandar Lampung pada tanggal 26 mei 2018.Di hadiri oleh berbagai pihak diantaranya Plt. Asisten III Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Taufik Hidayat, Kepala Dinas Kehutanan, Syaiful Basri dan Direktur Pusat Informasi Lingkungan Indonesia (PILI), Iwan Setiawan.

Slide item 13

Diskusi Pengelolaan Kolaboratif Taman Nasional Way Kambas

Diskusi pengelolaan kolaboratif Taman Nasional Way Kambas diadakan di bogor tanggal 12 - 13 juli 2018 yang dihadiri oleh beberapa pihak yang terlibat.

Slide item 14

Diskusi Pengelolaan Kolaboratif Taman Nasional Way Kambas

Diskusi pengelolaan kolaboratif Taman Nasional Way Kambas diadakan di bogor tanggal 12 - 13 juli 2018 yang dihadiri oleh beberapa pihak yang terlibat.

Slide item 15

Diskusi Pengelolaan Kolaboratif Taman Nasional Way Kambas

Diskusi yang diadakan di lampung tanggal 17 juli 2018 , untuk meriview rencana yang akan dilakukan kedepan untuk pengelolaan kolaboratif Taman Nasional Way Kambas dengan berbagai pihak yang terlibat.

Slide item 16

Diskusi Pengelolaan Kolaboratif Taman Nasional Way Kambas

Diskusi yang diadakan di lampung tanggal 17 juli 2018 , untuk meriview rencana yang akan dilakukan kedepan untuk pengelolaan kolaboratif Taman Nasional Way Kambas dengan berbagai pihak yang terlibat.

Slide item 17

Konsultasi Publik Rencana Pengelolaan Kolaboratif Taman Nasional Way Kambas

Konsultasi Pubilk Rencana Pengelolaan Kolaboratif Taman Nasional Way Kambas ini berlangsung pada tanggal 1 agustus 2018 yang dihadiri oleh perwakilan dari beberapa pihak yang hadir dalam acara konsultasi berlangsung, diantaranya dari Balai TNWK, Dir KKH, DisHut Provinsi, Pemerintahan Lampung, Unila, dan NGO.

Slide item 18

Konsultasi Publik Rencana Pengelolaan Kolaboratif Taman Nasional Way Kambas

Konsultasi Pubilk Rencana Pengelolaan Kolaboratif Taman Nasional Way Kambas ini berlangsung pada tanggal 1 agustus 2018 yang dihadiri oleh perwakilan dari beberapa pihak yang hadir dalam acara konsultasi berlangsung, diantaranya dari Balai TNWK, Dir KKH, DisHut Provinsi, Pemerintahan Lampung, Unila, dan NGO.

 

Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Baung - Kelurahan Kebagusan.

 

Latar Belakang.

Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) adalah tempat dan/atau ruang terbuka yang memadukan kegiatan dan aktivitas warga dengan mengimplementasikan 10 (sepuluh) program Pokok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga untuk mengintegrasikan dengan program Kota Layak Anak. RPTRA berfungsi sebagai taman terbuka publik, wahana permainan dan tumbuh kembang anak, prasarana dan sarana kemitraan Pemerintah Daerah dalam memenuhi hak anak, Ruang Terbuka Hijau, prasarana dan sarana bagi kegiatan PKK, usaha peningkatan pendapatan keluarga, pusat informasi dan konsultasi keluarga, halaman keluarga yang asri teratur indah dan nyaman, serta sistem informasi manajemen.

 Pembangunan RPTRA ini sepenuhnya dibiayai oleh dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari suatu perusahaan yang bertindak sebagai mitra kerja, serta pembangunan akan didampingi oleh lembaga pendamping baik dari perguruan tinggi maupun LSM.  PT Nestle Indonesia menjadi salah satu perusahaan yang membangun RPTRA melalui program Creating Shared Value (CSV)-nya. RPTRA yang akan dibangun berada di Jalan H. Baung III RT 005/02, Kelurahan Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pembangunan RPTRA ini berada di atas lahan yang memiliki luas 1.800 meter persegi dan sudah memiliki 1 (satu) buah bangunan dan lapangan multifungsi. 

 PT Nestle Indonesia sebagai sebuah perusahaan dalam bidang nutrisi, kesehatan dan keafiatan memiliki komitmen untuk menciptakan manfaat bagi masyarakat. Oleh sebab itu, pembangunan RPTRA ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur saja, namun juga pada pendampingan masyarakat di sekitar RPTRA Kebagusan agar keberadaan RPTRA ini dapat berkelanjutan dan membawa dampak baik bagi masyarakat sekitar. PT Nestle Indonesia memiliki visi agar RPTRA yang akan dibangun ini akan bermanfaat bagi masyarakat Kebagusan, khususnya anak-anak sesuai dengan peruntukannya.

 RPTRA yang akan dibangun harus disesuaikan dengan kebutuhan warga dan sesuai dengan peraturan pembangunan RPTRA yang telah diterbitkan yaitu salah satunya Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No 196 tahun 2015 tentang Pedoman Pengelolaan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak. Selain itu, agar sesuai dengan peruntukannya yang ramah anak maka harus memperhatikan 10 hak anak (Konvensi Hak Anak PBB 1989) yang mencakup hak untuk bermain, hak untuk mendapatkan pendidikan, hak untuk mendapatkan nama (identitas), hak mendapatkan status kebangsaan, hak mendapatkan makanan, hak mendapatkan akses kesehatan, hak mendapatkan rekreasi, hak mendapatkan kesamaan dan hak memiliki peran dalam pembangunan.

 Untuk dapat mencapai kesuksesan suatu program dibutuhkan assessment atau kajian terlebih dahulu agar program yang akan dilaksanakan dapat tepat sasaran dan tepat guna, dan setelahnya dilakukan pendampingan agar masyarakat sekitar dapat memahami dengan baik cara pengelolaan dan pemanfaatan RPTRA yang benar. Menyadari pentingnya hal tersebut, maka PT Nestle Indonesia bekerja sama dengan Pusat Informasi Lingkungan Indonesia (PILI-Green Network) akan melaksanakan assessment dalam bentuk pemetaan sosial dan pendampingan masyarakat. Pemetaan sosial akan menjadi acuan dalam menentukan pembangunan dan program-program yang akan dilaksanakan sehingga akan tepat guna. Setelah tahap pembangunan selesai, PILI melakukan pendampingan untuk pengelola RTPRA Baung dalam pelaksanaan manajemen maupun berbagai kegiatan (Peningkatan kapasitas pengelola, edukasi lingkungan dan berbagai kegiatan tematik) di RPTRA Baung. 

 

 

 

Login Form

Pengunjung Kami

236271
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
90
101
646
234975
1644
2777
236271
Your IP: 54.198.96.198
2018-08-18 22:08